Avian Influenza Pada Itik Dari Jawa Menyeberang Ke Provinsi Lampung

Oleh: drh. Joko Susilo

Munculnya kembali avian influenza di Indonesia menjadi momok tersendiri bagi sector peternakan di Indonesia. Kementrian pertanian mentargetkan untuk bisa segera bebas avian influenza pada ayam komersial, breeding farm ataupun sector 4 tetapi justru muncul pada unggas air ( itik ). Kasus kematian itik sudah berjalan beberapa bulan yang lalu di pulau Jawa, para peneliti, Laboratorium diagnostic, BBVet butuh waktu agak lama untuk menyimpulkan diagnose avian influenza. Selain kita ketahui selama ini itik hanya sebagai reservoir avian influenza  pada ayam sehingga kecil dugaan terjadinya avian influenza pada itik. Beberapa gejala klinis yang  muncul mirip seperti gejala ND, Mareks, Duck Viral Hepatitis atau Clostridium.

joko ai1
Skema avian influenza, itik masih sebagai reservoir

Beberapa pengujian dilakukan antara lain dengan uji bedah bangkai, Rapid Test AI, histopatologi, imunohistokimia, isolasi virus, konvensional polymerase chain reaction (PCR) untuk deteksi ND virus, realtime reverse transcription PCR (RT-PCR) untuk deteksi influenza virus tipe A dan subtipe H5 virus, kultur bakteri, dan uji serologi (titer AI dan ND). Selain itu uji sekuensing DNA untuk mengetahui urutan nukleotida (asam nukleat) yang menyusun gen hemagglutinin (HA) influenza A virus dari sampel sampel yang positif berdasarkan hasil isolasi virus H5N1 dan RT-PCR subtype H5.

joko ai2
Tortikolis pada AI

Pada pemeriksaan secara klinis terhadap itik yang sakit, terlihat bahwa itik yang sakit menunjukkan gejala klinis syaraf seperti tortikolis, tremor, kesulitan berdiri, kehilangan keseimbangan saat berjalan dan pada kasus parah disertai kematian. Terkadang rapid test terhadap AI pada itik tidak memberikan hasil positif. Hasil bedah bangkai tidak ditemukan perubahan yang spesifik kecuali adanya kornea mata yang keputihan baik unilateral maupun bilateral, garisgaris keputihan pada otot jantung yang bervariasi dari ringan sampai berat serta adanya kongesti pada pembuluh darah dan malasea (nekrosis) pada otak dengan variasi dari ringan sampai berat. Pada bedah bangkai (necropsy

joko ai3
Warna keputihan pada kornea mata

) kita temukan perubahan bervariasi seperti nodul keputihan pada hati, perdarahan pada trachea dan paru, kekeruhan pada air sach, atau justru ditemukan cacing pada usus kecil dan trachea. Melihat perubahan yang ditemukan pada organ maka diagnose sementara bisa cronic respiratory disease, collibacillosis, infeksi cacing, micoplasma atau lainnya. Pemeriksaan histopatologis menunjukkan adanya infiltrasi limfosit dalam jumlah yang tinggi pada otot jantung. Pada otak terjadi peradangan akut multifocal nekrosis dan pada kasus yang lebih khronis terjadi infiltrasi limfosit pada otak yang diikuti oleh adanya peradangan perivaskular cuffing ringan sampai berat.

            Bagaimana lalu lintas itik dan kejadian AI di Lampung?

Lampung memiliki potensi yang luar biasa  untuk pengembangan itik, seperti Kabupaten Pringsewu yang memiliki lahan persawahan begitu luas, Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang yang memiliki banyak saluran pengairan pertanian dan sungai. Persawahan, sarana irigasi, dan sungai adalah tempat yang pas untuk pengembangan itik sebagai sumber pakan itik yang murah saperti siput, keong, dan ikan. Itik berasal dari Jawa sudah berkembang dan berproduksi di Lampung tersebut kemudian diperdagangkan untuk dikembangkan di Kabupaten lain di Lampung bahkan sampai di beberapa kabupaten di Sumatera Bagian Selatan. Pada tahun tahun sebelum avian influenza menyerang pada itik, kematian itik pada musim penghujan sedikit meningkat. Hal ini disebabkan karena air kubangan atau air tergenang untuk area mencari makan itik kadar E colli, cacing dan jumlah kuman lain meningkat. Namun kematian yang mendadak dalam jumlah banyak dan jangka waktu bersamaan, dipastikan bukan karena adanya infeksi bacterial, mikal atau infeksi sekunder melainkan adanya virus yang mewabah. Di sisi lain biosekurity untuk peternakan itik yang dilepas di persawahan atau sungai sangat susah diterapkan.

 

joko ai4
Hasil Rapid test Positif AI

 Lalu lintas itik dari jawa ke Lampung cukup tinggi terutama berasal dari Pangkalan, Losarang  (Indramayu, Jawa Barat), Rumpin (Bogor-Jawa Barat), Pamanukan (Subang-Jawa Barat), Desa Brangkal-Soko (Mojokerto-Jawa Timur),  Kebun Daun-Pusaka Ratu (Subang-Jawa Barat), Kebumen (Jawa Tengah) dan Telaga Sari (Karawang-Jawa Barat) dengan tujuan Lampung di kabupaten Pringsewu, Lampung Timur, atau Metro. Peternak membeli itik tersebut dengan bermacam tujuan komersil meliputi konsumsi, rumah makan, penetasan, pembesaran, budidaya dan tradding. Trend harga itik murah yang sekarang terjadi di Pulau Jawa akan mendorong pemasukan itik lebih banyak ke Sumatera termasuk Lampung.

Dari berbagi sumber yang kami peroleh ( media cetak, peternak, petugas PDSR ) mengatakan bahwa kasus AI pada itik ditemukan positif di beberapa kabupaten di Lampung seperti Pringsewu, Metro, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Selatan, dan mungkin akan terjadi di kabupaten lainnya. Semua kasus AI di Lampung ada hubunganya dengan asal itik dari pulau Jawa. Ada beberapa fenomena yang didapatkan di lapangan mengenai kejadian AI meliputi :

Joko Ai5
Diare, salah satu gejala AI
  1. Tidak adanya kasus avian influenza pada itik selama ini membuat pihak Karantina Hewan di Lampung belum melakukan screening penyakit avian influenza  pada itik dari Jawa yang masuk ke Lampung, dan lebih mengedepankan kelengkapan dokumen seperti dokumen KH 9 dan SKKH yang telah lulus pengujian dari Karantina di Merak atau di Bandara Soekarno Hata. Dari informasi yang didapatkan banyak kejadian dokumen palsu ( alamat pembeli, nama dinas pengirim, petugas yang menandatangani SKKH ). Diharapkan untuk daerah yang mengirim itik harus dilengkapi SKKH yang benar benar dicek kesehatannya dan harus memiliki ijin masuk ke daerah lain. Peningkatan kerjasama antara Karantina Pertanian, Dinas Peternakan, BBVet/BPPV dan semua instansi terkait dalam menanggulangi penyebaran penyakit.
  2. Penularan AI bisa juga terjadi dari alat transportasi pengangkutan yang biasa membawa itik dari Jawa yang dipakai untuk mobilisasi itik di dalam Lampung, sehingga sangat berbahaya karen bisa membawa virus di sepanjang jalan yang dipakai untuk lalu lintas itik.
  3. Itik muda  ( DOD ) lebih mudah terserang AI dengan gejala tortikolis, inkoordinasi dan kesulitan berdiri/berjalan, kejang, mata keputihan (uni maupun bilateral), kematian sangat tinggi, penyebaran penyakit sangat cepat, nafsu makan menurun.
  4. Ada indikasi penularan AI pada itik ke unggas lain seperti ayamdan entog berdasarkan rapid test di lapangan
joko ai6
Peternakan itik di sekitar sungai

Langkah-langkah pengendalian yang sudah dilakukan antara lain penyemprotan desinfektan pada kandang, peralatan, alat angkut, lingkungan, isolasi/karantina unggas di sekitar lokasi kejadian, penyuluhan kepada warga supaya mengandangkan unggasnya dan tidak memasukkan dan mengeluarkan unggas ke/dari daerah kasus, menyiapkan desinfektan dan alat deteksi cepat dilapangan (rapid test), meningkatkan koordinasi dengan Karantina, BPPV dan semua sektor terkait, menyiapkan surat edaran Gubernur Lampung, berisi :

  1. Larangan memasukkan dan mengeluarkan unggas terutama itik ke dan dari Lampung (sampai diterbitkan surat edaran baru bila kondisi penyakit secara teknis dinyatakan terkendali).
  2. Agar menyediakan biaya kompensasi untuk pemusnahan selektif (focal culling) unggas yang terinfeksi AI untuk memutus rantai penularan penyakit.
  3. Meningkatkan kegiatan surveilans dan respon penyakit AI dibawah koordinasi dinas teknis terkait di kabupaten/kota.
joko ai7
Air menggenang salah satu tempat itik mencari makan

Beberapa pengujian dilakukan antara lain dengan uji bedah bangkai, Rapid Test AI, histopatologi, imunohistokimia, isolasi virus, konvensional polymerase chain reaction (PCR) untuk deteksi ND virus, realtime reverse transcription PCR (RT-PCR) untuk deteksi influenza virus tipe A dan subtipe H5 virus, kultur bakteri, dan uji serologi (titer AI dan ND). Selain itu uji sekuensing DNA untuk mengetahui urutan nukleotida (asam nukleat) yang menyusun gen hemagglutinin (HA) influenza A virus dari sampel sampel yang positif berdasarkan hasil isolasi virus H5N1 dan RT-PCR subtype H5.

BERITA TERKINI