Benefit Cost Analysis: Utilization of Premix in Micromineral Fulfillment in Reproductive Disturbance (Hipofungsi) in Ex-mining Animal Husbandry in Simpang Katis, Central Bangka Regency

Indonesia merupakan negara yang mempunyai deposit timah keempat terbesar di dunia setelah China, Amerika Serikat dan Peru, yaitu sebesar 900.000 ton (Irawan et al. 2015). Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah penghasil timah terbesar di Indonesia (Sari. et al, 2016)  Aktivitas pertambangan timah di Pulau Bangka dan Belitung juga berdampak negatif terhadap perubahan bentang alam dan kondisi lahan pasca tambang yang tidak mendukung pertumbuhan vegetasi (Nurtjahya, 2008); degradasi hutan dan terakumulasinya limbah (tailing) yang mencemari lingkungan perairan (PT. Timah (Persero) Tbk., 2009); deposisi limbah padat pada tanah (Nouri et al., 2009); munculnya masalah air asam tambang (Alshaeby et al., 2009); perubahan sifat fisik dan kimia tanah (Sujitno, 2007), serta terbentuknya danau atau kolam bekas galian tambang berisi air yang disebut “kolong” (Tjhiaw dan Djohan, 2009). Sebagian besar lahan bekas tambang timah di Pulau Bangka dan Belitung merupakan lahan yang sudah mengalami kerusakan biofisik dan degradasi sangat berat baik sifat morfologi, fisik dan kimia.

Adanya kekurangan mineral dapat menurunkan efisiensi reproduksi pada ternak (Hardjopranjoto, 1995). Gangguan reproduksi dapat diantisipasi dengan memperhatikan beberapa faktor diantaranya : 1. Seleksi genetik. 2. Manajemen pakan yang baik sehingga mendukung kesuburan saluran reproduksi. 3. Manajemen kesehatan yang baik meliputi kesehatan sapi program pengobatan dan vaksinasi) , kebersihan kandang dan lingkungan (sanitasi dan desinfeksi) sehingga dapat meminimalisasi agen patogen (bakteri, virus, jamur, protozoa) yang dapat mengganggu kesehatan sapi. 4. Penanganan masalah reproduksi dengan prosedur yang baik dan benar sehingga mengurangi kejadian trauma fisik yang akan menjadi faktor predisposisi gangguan reproduksi (Anonim, 2014).

Kondisi lahan ex tambang di Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah sangat minim unsur haranya (Kalium, Kalsium, Magnesium dan Fosfat tergolong sangat rendah) (Anonimus, 2016) sehingga berdampak terhadap kualitas tanaman rumput yang digunakan sebagai pakan sapi, dan hal ini berakibat pada status reproduksi yang tidak optimal. Pemberian premix pada campuran pakan sapi memberikan kontribusi terhadap kesembuhan sapi yang mengalami gangguan reproduksi 52 % (Anonimus, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis biaya manfaat terhadap penambahan premix (mineral) pada kejadian gangguan reproduksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemerintah/ pengambil kebijakan dalam menentukan program pengendalian gangguan reproduksi di daerah rendah unsur hara ex tambang timah yang paling tepat untuk dijalankan berdasarkan skala prioritas dan bentuk strategi yang paling menguntungkan. Dengan populasi indukan di kecamatan ini tersebut berkisar antara 44 ekor dan gangguan reproduksi sebesar 52% yang mengalami Hipofungsi (data dari dinas Peternakan) perlu dilakukan kajian ekonomi veteriner dalam hal ini adalah Cost Benefit Analisis/ Analisis Biaya Manfaat (CBA) dengan alternatif pemberian premix.

Sebanyak 5 responden yang diwawancarai berasal dari Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah. Berdasarkan kejadian gangguan reproduksi yang terjadi di peternakan, dari hasil diskusi dengan responden didapatkan data sebagai berikut:

Tabel 1. Informasi dari responden yang ada di kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung

NoParameterNilai
1Populasi sapi betina dewasa di Kecamatan44 ekor
3Angka Kesakitan (Morbidity Rate)52 %
4Harga Sapi (Gangguan Reproduksi)Rp 13.000.000,00
5Total kerugian secara langsungRp 13.728.000,00
6Kerugian akibat tertundanya Kelahiran PedetRp 230.740.000,00
7Biaya pengendalianRp 52.760.000,00
8Total kerugian tidak langsungRp 230.740.000,00
9Nilai Diskont5 %
10Waktu2 tahun
 Total Kerugian dalam setahunRp 244.468.000,00

Sapi yang mendapat terapi memberikan keuntungan secara ekonomis karena akan  mengalami kesembuhan sehingga akan memperoleh penerimaan berupa kelahiran pedet dan produk sampingan berupa pupuk kandang (Indahwati et all, 2019). Pada kajian ini sapi indukan ada 44 ekor dengan gangguan reproduksi sebanyak 23 ekor (52%) mengalami hipofungsi. Dengan menggunakan terapi pemberian vitamin ADE ditambahkan dengan premix mampu memberi kesembuhan 26 % bahkan bisa mencapai 95 % di tahun kedua. Berbeda jika hanya diberikan vitamin ADE saja tidak mendapatkan hasil kesembuhan yang maksimal (Anonimus, 2020). Sapi yang tidak mendapat terapi secara ekonomis kurang menguntungkan karena hanya akan memperoleh penerimaan berupa pupuk kandang yang secara ekonomis tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Bahkan jika sapi dengan kondisi hipofungsi ovarium yang tidak mendapat terapi, akan beresiko mengalami atropi sehingga harus diafkir. Secara ekonomis sapi dengan kasus hipofungsi ovarium yang mendapat terapi sesuai SOP terbukti memberikan keuntungan pada peternak karena sapi akan kembali produktif menghasilkan pedet sebagai produk utama dalam usaha perbibitan ternak sapi potong (Indahwati et all, 2019).

Hasil penelitian Yuherman et al. 2017, analisis profil mineral darah diketahui bahwa sapi bibit yang dipelihara peternak di wilayah Payakumbuh menunjukkan defisiensi mineral Ca, P, Cu, Mn, dan Zn (Yuherman et al. 2017). Selanjutnya, hasil penelitian yang dilakukan Khalil et al. (2016) di BPTU-HPT Padang Mangatas menunjukkan bahwa beberapa jenis mineral yang terkait dengan reproduksi, seperti Mn, Se, Cu, dan Zn ditemukan defisien pada sampel darah sapi, tanah, dan pakan hijauan yang ditanam di lahan padang penggembalaan.

Sedangkan unsur hara di Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah sangat rendah seperti di tabel di bawah ini:

Fosfat mg P2O5/ 100g tanahKalsium Ca(Cmol)(+)/ kgKalium mg K20/100g tanahMagnesium Mg (Cmol(+)/kg)
<15 (Sangat rendah)< 0,3 (sangat rendah)<10 (Sangat Rendah)<2 (Sangat Rendah)
Sumber: Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (2016)

Dari tabel diatas membuktikan bahwasanya kondisi lahan pertanian di Kecamatan ini sangat rendah kandungan mikromineralnya dan berdampak terhadap gangguan reproduksi terutama Hipofungsi.

Melalui program pengendalian gangguan reproduksi (Hipofungsi) dengan menambahkan premix  terjadi perbaikan reproduksi bahkan mencapai kesembuhan. Analisis biaya manfaat ini memberikan gambaran pilihan terhadap kebijakan dengan melakukan pendekatan ekonomi veteriner yang ditunjukkan melalui Tabel 3 (Tingkat diskonto 5%). Untuk dapat membandingkan biaya dan manfaat yang terjadi pada tahun berbeda, kita perlu mengonversi nilai-nilainya ke nilai kini. Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknik yang dikenal sebagai discounting. Discounting membutuhkan suatu tingkat suku bunga yang dikenal sebagai tingkat diskonto.

Analisis biaya manfaat pemberian tambahan pakan premix dengan membuat perhitungan arus kas untuk jangka waktu selama 2 tahun dan menggunakan data input yang ada di dalam tabel-tabel tersebut. Dari data arus kas, maka dapat dihitung tiga parameter pengendalian, yaitu nilai NPV, rasio B/C dan internal rate of return (IRR) seperti yang disajikan di dalam Tabel 2 dan 3. Berdasarkan nilai NPV yang diperoleh, penambahan premix memberikan keuntungan sebesar Rp 67.088.073,00 dengan nilai BCR 1,68 hal ini menggambarkan program ini sangat menguntungkan, karena jika tidak dilakukan upaya ini dimungkinkan peternak dengan skala kepemilikan yang sedikit akan terus mendapatkan kerugian dan tidak mampu menghasilkan pedet setiap tahunnya. Pemberian premix sangat bermanfaat karena mampu memberikan kesembuhan di tahun pertama 26 % dan di tahun kedua hingga 95% kesembuhan.

Manajemen (pengaturan) pemberian premix sebagai pakan tambahan selain pemberian vitamin akan lebih menguntungkan dengan nilai NPV sebesar Rp 67.088.073,00 selama 2 tahun dan nilai BCR lebih dari 0 yakni 1,68.

Keterbatasan

Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu nilai angka kesembuhan berdasarkan judgement (wawancara) bukan berdasarkan pada pengujian ataupun studi literatur.

BERITA TERKINI