Breeding Sapi Brahman Dengan Pola Inseminasi Buatan Pada Industri Peternakan Indonesia

drh. Joko Susilo

Sapi Brahman atau Brahman cross sudah populer di peternakan sapi Indonesia. Pada industry peternakan sapi, seperti feedloter yang sudah mempunyai ijin import selalu mengidolakan sapi ini untuk produksi. Sapi Sapi Brahman atau Brahman cross mempunyai perfoma produksi yang sangat bagus untuk produksi daging, persentasi karkas, pertumbuhan harian, konversi pakan, dan kualitas daging. Sapi bakalan yang datang dari Australia biasa disebut feeder dikenal istilah steer, heifer, cow, bull atau ox dengan umur dan berat yang bervariasi. Ke depan breeding menjadi syarat diberikannya ijin import dari pemerintah untuk feedloter, dengan harapan adanya keseimbangan antara pemotongan dengan hasil breeding yang kelak akan dapat membantu program Pencapaian Swasembada Daging Sapi / Kerbau 2014.

Sapi baru yang masuk ke kandang setelah lewat masa karantina, akan melewati perlakuan pertama yang disebut Induksi. Kegiatan Induksi meliputi penimbangan, drafting berat, warna, jenis kelamin, breed, umur, frame, pemberian nomor telinga ( ear tag ), pemberian vitamin, obat cacing, vaksinasi SE, pengambilan sample darah secara sampling untuk mendiagnosa penyakit yang mungkin dibawa dari Negara asal. Selanjutnya sapi akan masuk ke dalam kandang kandang lepas dan koloni berbentuk Pen atau paddock. Khusus sapi betina dilakukan pemeriksaan saluran reproduksi untuk menentukan sapi tersebut masuk sebagai stock breeding atau stock feedlot.

repro copy
Anatomi saluran reproduksi

Seleksi  Calon Indukan Stok Breeding

            Sapi betina yang sudah seleksi sebagai stock breeding memiliki syarat mempunyai saluran anatomi, fungsi dan  aktivitas reproduksi baik. Saluran reproduksi meliputi organ tubuler ( vulva, vagina, uterus ) harus normal, tanpa sumbatan, infeksi atau keradangan. Organ utama adalah ovarium harus memiliki ukuran normal dengan dilengkapi folikel atau corpus luteum normal. Sapi dengan kelainan ovarium sejak lahir seperti agenesis / tidak berkembang, gepeng / hipoplasia, atau atropi tidak layak dimanfaatkan sebagai calon indukan. Gangguan lain di ovarium karena factor defisiensi nutrisi ( hipofungsi atau cystic ovaria ) dan adanya infeksi ( CL persisten ) juga tidak efisien dipakai sebagai calon indukan. Sapi calon indukan memiliki frame, berat, umur produktif, warna dan breed yang sama dan pelvis ( pinggul ) harus lebar /  besar.

            Tanda menciri yang wajib kita ketahui adalah sapi betina yang berasal dari Australia tipe sobekan pada telinga. Stock breeding yang paling bagus mempunyai daun telinga utuh tanpa ada sobekan. Tanda daun telinga yang  tidak boleh untuk calon indukan adanya bentukan bulat simetris ( circle ) pada daun telinga yang menandai sapi tersebut sudah disterilkan ( spayed ) dari Australia dan dipakai sebagai final stock.  Hindari juga adanya implant atau bekas implant pada subcutan bagian luar daun telinga, tanda tersebut menunjukkan adanya growth promoter yang mengganggu hormonal sapi betina.

Perkandangan

kandang
Kandang breeding

            Sapi yang sudah diseleksi sebagai stok breeder ditempatkan pada kandang yang satu lokasi, satu garis atau satu raw untuk memudahkan pemberian pakan dan pengamatan birahi. Pen dibuat persegi panjang dengan dilengkapi tempat pakan yang panjang luas permukaannya, tempat minum, pintu dan gangway. Pen dibuat saling berhadapan dan diberikan jalan ditengah tengahnya untuk akses distribusi pakan. Setiap sapi membutuhkan 3m2, sehingga 1 pen kapasitas 100 – 150 ekor butuh 400 – 450m2. Kandang dilengkapi dengan penerangan yang cukup untuk membantu deteksi birahi pada malam hari. Seorang petugas deteksi birahi dapat mengawasi 1000 ekor sapi dengan desain pen seperti ini. Pembersihan kandang ( pen cleaning ) harus rutin dilakukan agar tidak terjadi infeksi saluran reproduksi dan nomor telinga selalu bersih dan mudah dilihat atau dicatat. Lokasi pen yang dialokasikan untuk breeding sebisa mungkin dekat dengan tempat penimbangan sapi (cattle crush ) agar mengurangi stress ketika handling IB.

Deteksi Birahi

            Tanda tanda sapi birahi pada umumnya adalah vulva merah, hangat, dan membesar, menaiki temannya ( M )dan diam bila dinaiki ( D ) temannya, keluar lendir bening dari vagina / vulva, sapi gelisah, tidak berkonsentrasi makan, dan tidak dalam kondisi bunting. Pengamatan birahi dilakukan oleh petugas ( stockman, anak kandang ) dengan mencatat sapi sapi yang menaiki teman ( M )dan diam bila dinaiki ( D ) temannya selama 24 jam. Sapi yang saling menaiki karena berebut pakan ketika pakan dicurah tidak dicatat dalam form deteksi. Dalam kandang koloni sapi akan bebas mengekspresikan tanda birahi dan sapi yang birahi biasanya akan berkelompok di pen bagian belakang untuk saling menaiki dan dinaiki.

Tabel 1. Contoh form pengamatan birahi  pagi – sore, IB dilakukan sore hari

Nama Detektor: Supriyono

No

Ear Tag

Breed

PEN

Waktu deteksi birahi

Waktu IB

06–08 08–10 10–12 12–14 14–16 16–18
 1  2366

BX

A03

M

M

DM

DM٭

DM٭

DM٭

IB jam 18.00
 2  2245

BX

A02

M

DM٭

DM٭

DM٭

D٭

D٭

IB jam 18.00
 3  2435

BX

A04

M

M

M

MD

M

M

Tidak diIB
 4  2476

BX

A04

MD

M

M

M

M

M

Tidak diIB
 5  2677

BX

A06

M

M

M

M

M

DM٭

IB jam 18.00
 6  2258

BX

A02

DM٭

DM٭

DM٭

DM٭

DM٭

DM٭

IB jam 18.00

Tabel 2. Contoh form pengamatan birahi  sore – pagi, IB dilakukan pagi hari

Nama Detektor: Ketut

No

Ear Tag

Breed

PEN

Waktu deteksi birahi

Waktu IB

18–20 20–22 22–24 00–02 02–04 04–06
 1  2367

BX

A03

DM٭

DM٭

DM٭

DM٭

DM٭

DM٭

IB jam 06.00
 2  2246

BX

A02

M

M

M

M

M

DM٭

   IB jam 06.00
 3  2436

BX

A04

MD

M

M

M

M

M

 Tidak diIB
 4  2478

BX

A04

M

M

M

MD

M

M

 Tidak diIB
 5  2679

BX

A06

M

DM٭

DM٭

DM٭

D٭

D٭

  IB jam 06.00
 6  2259

BX

A02

M

M

DM

DM٭

DM٭

DM٭

 IB jam 06.00
birahi
Tanda Sapi Birahi

Pengamatan birahi dimulai jam 06.00 dengan mencatat sapi yang menaiki ( M ) , dinaiki ( D ) dan frekuensinya. Apabila dalam interval 2 jam ( contoh pukul 06.00 – 08.00 ) lebih dari satu kali menaiki dan dinaiki maka ditulis dengan M٭ , D٭atau DM٭. Hal ini dilakukan untuk menetukan sapi sapi yang betul betul birahi. Pengamatan birahi ditargetkan hanya dalam 2 bulan ( 3 kali siklus birahi ), sapi yang belum menunjukkan gejala birahi dalam 2 bulan, bisa dilakukan sinkronisasi birahi.  Selanjutnya sapi yang sudah ditentukan birahi dikeluarkan dari kandang dibawa ke cattle crush ( jepit / hidrolik ).

Pelaksanaan Inseminasi Buatan

            Peralatan IB ( container IB, straw, plastic sheat, gunting, gun IB, tissue, air untuk thawing suhu 370C, gloves dan timer ) disiapkan di dekat cattle crush. Sapi dimasukkan  cattle crush dan dijepit sehingga lebih aman. Petugas IB atau dokter hewan lengkap dengan gloves melakukan palpasi perrectal untuk memastikan sapi benar benar dalam kondisi birahi, ditandai dengan tegangnya organ tubuler reproduksi dan terdapat folikel pada salah satu ovarium. Setelah dipastikan birahi, semen beku kualitas unggul di thawing pada air suhu 370C selama 25 detik. Pemakaian tissue untuk membersihkan straw dan membersihkan vulva agar tidak ada infeksi pada saat IB. Deposisi semen beku dilakukan pada posisi ke 4 yaitu posisi setelah melewati cinicin servik terahir dan di corpus uterus.  Inseminasi buatan dilakukan pagi mulai pukul 06.00 untuk sapi yang birahi pada pukul 18.00 – 06.00 dan pukul 17.00 – 18.00 untuk sapi yang birahi pada pukul 06.00 – 18.00.

            Sapi sapi yang telah diIB dimasukkan ke dalam kandang baru yang masih kosong dengan dicatat nomor telinga dan pen baru untuk direport di computer dalam program mutasi / movement dengan perlakuan IB. Hal ini dilakukan rutin dan terus menerus agar populasi selalu update sehingga target pakan selalu tepat. Jika pen pen terisi oleh sapi yang telah diIB, maka pen tersebut harus dilakukan kembali pengamatan birahi setelah 18 – 21 hari stelah IB sehingga bila sapi birahi kembali akan dilakukan IB ke 2, atau ke 3.

Pemeriksaan Kebuntingan dan perawatan sapi bunting

            Pemeriksaan kebuntingan dilakukan oleh dokter hewan yang terampil pada 50 hari setelah IB terakhir, bisa dilakukan secara serentak. Umur kebuntingan sapi akan berkisar 2 – 4 bulan, dimasukkan ke dalam pen sesuai dengan umur kebuntingan agar nantinya kelahiran akan seragam dan terrencana. Masa kebuntingan pada sapi adalah 280 hari kurang lebih satu minggu. Hindarkan semua factor penyebab abortus seperti stress, goncangan fisik, pemberian obat tertentu ( anti radang, ivermectin, hormone prostaglandin ). Tidak disarankan pemberian obat cacing atau antibiotic dalam kondisi bunting karena berakibat teratogenik ( gangguan pedet / cacat ).

Perawatan kelahiran

Sapi menjelang melahirkan di tempatkan di kandang beranak ( maternity ) yang idealnya harus nyaman, tidak gaduh, dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti alas, peralatan pertolongan kelahiran, obat-obatan untuk treatmen kesehatan, dan lain-lain. Syarat utamanya adalah kelahiran harus benar-benar dijaga hygiene nya pada kelahiran normal atau yang membuthkan pertolongan, pembersihan lendir, desinfeksi tali pusar pedet, pedet diamati sampai benar benar mendapatkan  kolustrum dari induknya secepat mungkin. Lakukan pemasangan identitas pedet  ( ear tag ), catat jenis kelaminnya, tanggal kelahiran, catat nomor telinga induknya ( DAM ). Berikan iodine 7 % pada tali pusar dengan dipping atau spray untuk meminimalisir terjadinya infeksi naval dan ikutannya ( diare , pneumonia ).

Kunci sukses Breeding

            Untuk bias mendapatkan keberhasilan breeding ada beberapa hal yang harus ditargetkan atau dilaksanakan yaitu:

  1. Mempunyai lahan rumput sebagai sumber hijauan yang cukup ketersediaanya dan ongkos produksinya murah. Target harga hijauan adalah dibawah Rp 150,00 / kg, perhitungannya adalah waktu kebuntingan 280 hari dengan bea pakan harus kurang dari Rp. 5000,00 / ekor/hari.
  2. Pemanfaatan kotoran ternak untuk pengembangan lahan rumput
  3. Angka kebuntingan > 90% pada beranak pertama, dan 85% pada kebuntingan selanjutnya
  4. Angka Kelahiran 99 % ( tidak banyak kejadian abortus )
  5. Kematian pedet < 3%
  6. Jarak antar kelahiran ( Calving Interval ) 12-15 bulan
  7. Pedet betina umur 12-15 bulan sudah mulai kawin berat badan > 300Kg
  8. Pedet jantan mempunyai Frame tinggi, panjang, sehat, pertumbuhan maksimal
close
Pedet Hasil IB

BERITA TERKINI