Bvet Lampung Ikuti Kegiatan Sosialisasi INRASFF

kesmavet4Balai Veteriner Lampung mengikutsertakan drh Celentina Pardya Putri pada kegiatan Sosialisasi Workshop Sosialisasi Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) yang diadakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung pada 18 September 2014. Kegiatan yang berlangsung di Aula BBPOM Bandar Lampung ini menghandirkan sejumlah narasumber diantaranya  dari Direktorat Surveilans dan Penyuluhan Keamanan Pangan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan RI.

Standard Operating Procedure INRASFF yaitu suatu system yang bertujuan untuk melakukan pertukaran informasi  secara cepat tentang pangan atau pakan yang berisiko langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan manusia. INRASFF dikembangkan dari SKPT yang mengacu berdasarkan model EU-RASFF di Eropa dan juga International Food Safety Authorites Network (INFOSAN) yang dibentuk oleh WHO bekerjasama dengan FAO. INRASFF memungkinkan adanya tindakan segera (immediate action) yang harus diambil terhadap pangan / pakan berisiko yang terdeteksi di pasaran dan atau di pelabuhan masuk.

National Contact Point atau Titik Kontak Nasional yang selanjutnya disebut NCP adalah sebuah unit yang melaksanakan pertukaran informasi secara cepat mengenai risiko keamanan pangan kepada Competent Contact Point yang terdapat pada jejaring RASFF baik di tingkat nasional maupun internasional.Selain sebagai NCP INRASFF, Direktur Surveilans dan Penyuluhan Keamanan Pangan juga sebagai  WHO Iinternational Food Safety  Authority Network (INFOSAN) EMERGENCY CONTACT POINT, yang memiliki tugas dan fungsi serupa Dengan NCP, hanya saja sumber informasi berasal dari WHO.

Satu negara hanya memiliki satu National Contact Point.  Kendala : Penunjukan BPOM sebagai NCP didasarkan pada forlmulir isian dari  Kementerian Terkait dan diperkuat dengan Keputusan Menko Kesra No. 23 Tahun 2011.

Laporan: drh Celentina Pardya Putri

BERITA TERKINI