Bvet Lakukan Bimtek Lab. Tipe B di Bengkulu

DSCN2906

Sebagaimana tertuang dalam Tugas dan Fungsi Balai Veteriner, salah satunya adalah melakukan bimbingan teknis di daerah, maka pada tanggal 15-18 Juli 2014 yang lalu telah dilakukan Bimtek pada Laboratorium Tipe B di Propinsi Bengkulu. Tim yang dipimpin oleh drh Syarifah Alawiah ini melakukan bimbingan berupa pelatihan diagnosa Rabies dengan pengujian Sellers dan ELISA Antibodi Rabies.

Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit hewan yang disebabkan oleh virus, bersifat akut serta menyerang susunan saraf pusat. Hewan berdarah panas dan manusia. Rabies bersifat zoonosis artinya penyakit tersebut dapat menular dari hewan ke manusia dan menyebabkan kematian pada manusia dengan CFR (Case Fatality Rate) 100%. Virus rabies dikeluarkan bersama air liur hewan yang terinfeksi dan disebarkan melalui luka gigitan atau jilatan

Virus rabies perjalanan ke otak dengan mengikuti saraf perifer. Masa inkubasi dari penyakit ini tergantung pada seberapa jauh virus harus perjalanan untuk mencapai sistem saraf pusat, biasanya mengambil beberapa bulan. Setelah infeksi mencapai sistem saraf pusat dan gejala mulai menunjukkan, infeksi praktis diobati dan biasanya fatal dalam hitungan hari.

Tahap awal gejala rabies adalah malaise, sakit kepala dan demam, kemudian maju ke yang lebih serius, termasuk nyeri akut, gerakan kekerasan, kegembiraan yang tak terkendali, depresi dan ketidakmampuan untuk menelan air. Akhirnya, pasien mungkin mengalami periode mania dan kelesuan, diikuti oleh koma. Penyebab utama kematian biasanya insufisiensi pernapasan.

Hal-hal yang dilakukan pada Bimtek di Lab. Tipe B Bengkulu antara lain melakukan beberapa pengujian Rabies dengan Metode Pewarnaan Seller’s terhadap Rabies. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi terhadap adanya inklusi bodi pada jaringan otak melalui pewarnaan khusus.

Selain itu dilakukan juga Pembuatan preparat sentuh. Kegiatan ini dilakukan di dalam biosafety cabinet. Spesimen dicuci dengan PBS (-) sebanyak 3 kali kemudian lakuakan pemotongan spesimen dengan gunting yang telah disterilisasi. Tata caranya yang pertama, Siapkan slide glass yang bersih dan bebas lemak. Lakukan penyentuhan potongan otak pada permukaan slide glass secara hati-hati dan tekan perlahan sehingga tampak adanya sentuhan di atas slide glass dan buat pada 2 tempat.diamkan pada suhu kamar. Teteskan zat warna seller’s ke permukaan preparat sentuh yang telah dibuat, ratakan dan diamkan selama 5 menit, bilas dengan air kran yang mengalir secara perlahan di bawah permukaan preparat sampai zat warna larut semua dna diamkan pada suhu kamar sampai dengan mongering.

Pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100x, cari focus sampai terlihat gambaran preparat. Sel otak tampak berwarna biru dengan inti sel biru gelap, sedangkan inklusi bodi berwarna merah/pink yang terletak di dalam sitoplasmik. Hasil positif apabila ditemukan adanya inklusi bodi, dan hasil negatif apabila tidak ditemukan inklusi bodi.

bimtek

Selain itu dilakukan juga pengujian dengan Elisa. ELISA merupakan salah satu metode yang digunakan untuk deteksi antibodi rabies pada serum hewa(anjing dan kucing) serta pada serum manusia. ELISA digunakan untuk deteksi antibodi rabies pada program vaksinasi.

Kegiatan Bimbingan Teknis terlaksana dengan baik, tidak ada kendala. Hasil diskusi yang didapat dari petugas laboran bagian kesehatan hewan bahwa hasil pembuatan pewarnaan seller’s yang mereka buat belum maksimal, zat warna yang dibuat jika diteteskan tidak dapat membedakan warna antara inti sel dengan inklusi bodi sehingga hasil pemeriksaan belum valid.

Dengan adanya Bimbingan dan arahan dari Tim Balai Veteriner Lampung maka didapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.  Untuk peralatan yang terdapat di Laboratorium tersebut sudah cukup baik dan lengkap hanya penggunaanya belum maksimal, contohnya penggunaan biosafety cabinet untuk penempelan sampel otak pada slide glass, petugas laboratorium belum memanfaatkannya. Begitu juga dengan elisa reader, ini pertama kali digunakan karena alat baru datang dan pengadaan kit belum tersedia. Namun kesiapan dan ketrampilan personil petugas laboratorium Kesehatan Hewan Tipe B Kota Bengkulu sudah baik.

Laporan Drh Syarifah Alawiah dan Tim

BERITA TERKINI