Kategori
Berita Terbaru

Bvet Lampung Kirim Utusan Workshop Elusidasi Struktur di Subang

IMG_9821Pengetahuan elusidasi struktur dibidang kedokteran hewan di Indonesia sedikit demi sedikit mulai berkembang sejak tahun 2005 dengan pemicu awal adalah kasus penambahan melamin pada produk susu. Pengerjaan elusidasi struktur mengandumg makna tindakan melakukan identifikasi struktur kimia suatu senyawa yang tidak diketahui hingga akhirnya mendapatkan hasil mendekati kebenaran absolut. Dalam melakukan pengerjaan analisis langkah-langkah pertama adalah memisahkan analit dari senyawa-senyawa pengotor (impurities) selanjutnya melakukan pemurnian komponen analit target dan mengidentifikasikan jati diri senyawa target melalui pelacakan sifat spesifik fisikokimia senyawa target.

Dengan menggunakan perbedaan masing-masing sifat fisiko kimia bahan pengotor atau bahan penggangu lainnya dibandingkan sifat fisikokimia spesifik target, maka dapat dilakukan pemisahaan. Selanjutnya hasil pemisahan dilakukan analisis elusidasi yaitu menggunakan perangkat yang dimiliki oleh umumnya laboratorium.

inilah yang menjadi pembahasan Workshop Bidang Toksikologi Mengenai Elusidasi Struktur yang diadakan Balai Veteriner Subang, 19-22 Agustus 2014.  Dalam kegiatan ini Balai Veteriner Lampung mengirimkan dua dokter hewan senior yaitu drh. Rismayani Saridewi, MTA dan drh. A Joko Siswanto. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Kesehatan Hewan yang diwakili oleh drh. M. Syibli kemudian dilanjutkan dengan materi Konsep Penguatan Pengawasan Obat Hewan Masa Depan dan Kebijakan Dirkesmavet Dan PP Terhadap Residu Antibiotika dan Hormon Pada Produk Asal Hewan Yang Beredar di Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan Pengujian aflatoksin, Teknik penemuan residu obat hewan dalam matrik biologi dan Teknik aplikasi elusidasi struktur.

Dalam pembahasannya, penggunaan pengetahuan elusidasi struktur amat mendukung kinerja dalam ranah ilmu seperti  forensik veteriner,  toksikologi veteriner,  diagnostik klinik dan bidang-bidang lainnya.  Dengan demikian kombinasi penggunaan perangkat baca baik immunoassay ataupun fisikokimia akan membantu mempercepat temuan target analit yang dicari. Pada akhirnya bidang-bidang lainpun di luar bidang veteriner merasakan kebutuhan akan pengetahuan elusidasi struktur seprti bidang pertanian, bidang kedokteran, bahkan bidang matematikapun ikut meramaikan dan memperkaya pengetahuan tentang elusidasi struktur.

Teknik aplikasi elusidasi struktur dilakukan menggunakan strategi yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan target analit yang dicari. Pada dasarnya teknik pencarian struktul molekul target analit antara basis fisiko kimia dibandingkan immunoassay, lebih mudah yang fisiko kimia.  Hal itu disebabkan lengkapnya peralatan analitik basis fisiko kimia yang berhasil diciptakan.   Sebagai contoh tentang pencarian target analit residu obat, maka dapat diawali dengan pemeriksaan titik leleh menggunakan DTA-DSC selanjutnya dilakukan pencocokan secara teoritik residu kimia yang mendekati titik leleh metabolit obat.    Sedangkan untuk analisis target berorientasi bakteri atau kuman, harus dilakukan uji biologis terlebih dahulu untuk mendapatkan hiperimun yang dicari.  Hiperimun yang didapat selanjutnya harus diidentifikasikan target analit menggunakan perangkat immunoassay atau fisiko kimia.

Preparasi Sampel

IMG_9826

Preparasi sampel sangat menentukan dalam mendapatkan target analit, kesuksesan melakukan preparasi akan memudahkan penyidikan target obat dan mengurangi gangguan dari unsur-unsur lain yang tak dikehendaki. Langkah awal dalam melakukan preparasi sampel adalah melakukan (1) penghancuran dan penghalusan sampel, (2) pemisahan analit dalam sampel berdasarkan padat cair, (3) mengerinkgan (4) mmelaukan filtrasi dan sampel analit siap digunakan.  Langkah selanjutnya adalah melakukan dekomposisi dan melarutkan senyawa-senyawa inorganik yang mungkin dilakukan dengan menambahkan senyawa asam. Tindakan dekomposis senywa inorganik lainnya adalah melakukan dekomposisis organic dan memisahkan analit target dengan matrik biologi. Dalam melakukan pemisahan tersebut dapat menggunakan kolom spesifik immunity atau kolom solid phase extraxtion (SPE). Langkah selanjutnya adalah melakukan pengeringan dengan uap nitrogen dan sampel diatur agar hangat. Dalam melakukan pengeringan hal yang harus diperhatikan adalah menjaga agar analit target tidak rusak akibat pemanasan.  Langkah akhir yang akan dilakukan adalah melakukan filtrasi sebelum dilakukan analisis dengan menambah eluen pelarut sesuai dengan eluen yang digunakan dalam menjalankan analisis analit target.

Pemilihan Instrumen/Peralatan Baca

Dalam pengerjaan elusidasi struktur yang terpenting adalah pemilihan perangkat baca dalam rangka meraba struktur molekul analit target.  Hasil perkiraan analit target selanjutnya dilakukan evaluasi ulang dengan mencocokan cara identifikasi senyawa target melalui panduan buku resmi seperti Farmakope Obat Hewan Indonesia. Pemilihan alat baca dalam kerja elusidasi struktur amat menentukan tingkat ketepatan hasil pembacaan.

 Teknik aplikasi elusidasi struktur dilakukan menggunakan strategi yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan target analit yang dicari. Pada dasarnya teknik pencarian struktul molekul target analit antara basis fisiko kimia dibandingkan immunoassay, lebih mudah yang fisiko kimia.  Hal itu disebabkan lengkapnya peralatan analitik basis fisiko kimia yang berhasil diciptakan.   Sebagai contoh tentang pencarian target analit residu obat, maka dapat diawali dengan pemeriksaan titik leleh menggunakan DTA-DSC selanjutnya dilakukan pencocokan secara teoritik residu kimia yang mendekati titik leleh metabolit obat.    Sedangkan untuk analisis target berorientasi bakteri atau kuman, harus dilakukan uji biologis terlebih dahulu untuk mendapatkan hiperimun yang dicari.  Hiperimun yang didapat selanjutnya harus diidentifikasikan target analit menggunakan perangkat immunoassay atau fisiko kimia.

 

 Kesimpulan dan Saran

Elusidasi struktur akan membantu untuk mendapatkan struktur yang tak diketahui menjadi mendekati analit target menggunakan perangkat baca yang sesuai. Perangkat baca akan dikonfirmasikan dengan data pustaka yang ada dapat dilakukan pada pustaka alat atau temuan pada buku baku lainnya seperti  Farmakope.  Namun demikian kerja elusidasi struktur amat bergantung dengan teknik pemisahan analit target dengan matrik penggangu.

Perlunya pengembangan metode uji di bidang toksikologi khusus pangan asal hewan dan olahannya, sehingga dapat dilakukan pencegahan seminimal mungkin mengenai bahaya residu obat dan logam berat pada pangan asal hewan terhadap kesehata masyarakat.

Laporan drh Rismayani Saridewi, MTA dan drh A Joko Siswanto