Bvet Lampung kunjungi Puskeswan Jatiagung

Sebagai salah satu pelaksanaan dari tugas dan fungsi Bvet Lampung yaitu melakukan pembinaan dan bimbingan teknis pada puskeswan di wilayahnya, tepat pada tanggal 3 September 2014, Bvet Lampung mengutus drh Gunawan Setiaji bersama Kepala Balai Veteriner Lampung drh Syamsul Ma’arif, M.Si untuk melakukan kegiatan Pembinaan dan Bimbingan Teknis di Puskewan Jatiagung, Lampung Selatan.

Kegiatan dilapangan dilakukan melalui metode wawancara untuk mendapatkan informasi tentang potensi yang dimiliki di wilayah kecamatan Jatiagung, jenis penyakit endemik di wilayah kecamatan Jatiagung, pengujian diagnostik yang dapat dikerjakan dan pengembangannya.

Potensi dan jenis pengujian

Puskeswan Jatiagung mewilayahi kecamatan Jatiagung yang terdiri dari 21 Desa, di kecamatan ini populasi ayam memiliki populasi tertinggi sebanyak 4 juta ekor ayam broiler dan ayam ras petelur 1 juta ekor. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Puskeswan diperoleh informasi bahwa sindromik surveilans ternak sapi  di wilayah jatiagung meliputi scabies, BEF dan helminthiasis sedangkan gangguan reproduksi meliputi : retensio plasenta, prolapsus vagina, Sedangkan penyakit unggas yang dijumpai adalah ngorok dan HPAI.

Fasilitas diagnostik yang dimiliki berupa 2 mikroskop dan 1 sentrifuse (gambar tersaji dibawah ini), sedangkan bahan terdiri NaCL dan rapid test AI. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengujian natif darah, ektoparasit, sedimentasi untuk pemeriksaan parasit  gastrointestinal.

tabel jatiagung

Keterbatasan dan pengembangan diagnostik

Pengembangan pemeriksaan pewarnaan sederhana dapat dilakukan namun bahan seperti metilen blue dan giemsa tidak tersedia, serta kemampuan penguji perlu ditingkatkan, oleh karena itu diperlukan bimbingan teknis dalam melakukan pemeriksaan sederhana dengan pewarnaan.

Mengingat tingginya jumlah populasi ternak sapi potong dikecamatan Jatiwangi serta berdasarkan wawancara ditemukan beberapa penyakit reproduksi maka perlu juga dilakukan bimbingan teknis terhadap penyakit gangguan reproduksi.

Kesimpulan

Puskeswan Jatiagung memiliki jumlah ternak yang cukup tinggi khususnya unggas dan sapi, oleh karena itu untuk meninggkatkan kesehatan petugas lapang perlu ditunjang dengan kemampuan dalam melakukan diagnosa khusunya pemeriksaan sederhana dan keahlian dalam menangani gangguan reproduksi.

Laporan drh Gunawan Setiaji

BERITA TERKINI