Bvet Lampung Lakukan Bimtek Puskeswan di Babel

IMG-20140916-WA0000Laboratorium veteriner dan puskeswan yang maju serta memiliki sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing adalah harapan setiap insan peternakan.  Oleh karena itu Balai Veteriner Lampung sebagai Unit Pelaksana Teknis dan perpanjangan pusat di daerah mendapat tugas untuk melakukan pembinaan teknis sekaligus monitoring dan evaluasi sebagai upaya pengendalian untuk mendapatkan masukan terhadap upaya peningkatan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.

Pada tanggal 2 sampai dengan 5 September 2014 dilakukan pembinaan teknis terkait pengujian di Laboratorium Provinsi Bangka Belitung dan Puskeswan Bangka Tengah.  Kegiatan pembinaan teknis ini bersinergi dengan kegiatan monitoring dan evaluasi sistem pengendalian intern (SPI) BVet Lampung sebagai upaya peningkatan pelayanan bagi masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan berupa :

  1. Teori pengujian Rabies dan HA/HI AI
  2. Diskusi tentang manajemen dan pengembangan laboratorium.
  3. Praktek pengujian aglutinasi cepat Salmonella pullorum, aglutinasi cepat RBPT Brucella, EPG Mc Master dan Sedimentasi

Ada beberapa hal yang dapat  menjadi catatan selama kunjungan ke Bangka Belitung, yaitu :

Laboratorium Veteriner Provinsi Bangka Belitung

  • Memiliki Medik dan Paramedik yang khusus ditugaskan di laboratorium tetapi belum memiliki kelembagaan formil sebagai unit kerja di bawah Dinas Peternakan.
  • Telah memiliki bangunan laboratorium yang memenuhi standar tetapi peralatan laboratorium sedang dalam proses pengadaan.
  • Beberapa pengujian sederhana sudah dilakukan, seperti : RBPT, sedimentasi feses (parasit gastrointestinal), pewarnaan giemsa untuk ulas darah, Malachite Green (MG), Eber, formalin dan boraks.
  • Pengujian yang sedang dan akan dikembangkan yaitu :
  1. Kesmavet : ALT, coliform, E.coli, Salmonella
  2. Bakteri : Salmonella pullorum (serologis dan kultur)
  3. Virologi : HA/HI AI, HA/HI ND, Elisa Rabies, Sellers dan FAT Rabies
  4. Parasitologi : EPG McMaster

Diharapkan pengembangan pengujian juga diikuti dengan keamanan pengujian di laboratorium (Biosafety dan Biosecury laboratory).

Puskeswan

IMG_20140916_155316Puskeswan sebagai ujung tombak pelayanan veteriner di lapangan diharapkan mampu berperan lebih besar dalam diagnostik dan kuratif kasus–kasus penyakit hewan menular.   Dengan pembinaan dan koordinasi yang baik oleh Balai Veteriner diharapkan pengendalian penyakit hewan menular, arus informasi data dan epidemiologi (populasi, kasus) penyakit dapat lebih baik lagi.

Pembinaan dan monitoring terhadap pelayanan puskeswan dilakukan di Bangka dan Bangka Tengah.  Kabupaten Bangka belum memiliki puskeswan sedangkan Bangka Tengah terdiri dari dua puskeswan.  Beberapa pengujian sederhana diharapkan dapat dilakukan oleh petugas seperti uji aglutinasi cepat pulorum, sedimentasi dan natif untuk parasit gastrointestinal.

Demikian pembinaan teknis serta monitoring dan evaluasi ini dilaksanakan, semoga walaupun kecil dapat memberi arti dan  menjadi bagian dari pengembangan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Indonesia.

Laporan oleh drh Enny Saswiyanti M.Si

BERITA TERKINI