Bvet Survei Kesmavet di Prabumulih

Berdasarkan Surat Perintah Tugas Kepala Balai Veteriner Lampung Nomor 08008/TU.320/F5.C/09.2014, tanggal 08 September 2014, drh Rismayani Sari Dewi, MTA terjun ke kota Prabumulih, Propinsi Sumatera Selatan pada 9-12 September 2014. Kegiatan yang dilakukan adalah Melakukan program monitoring surveilen residu dan cemaran mikroba dan melakukan pengambilan sampel daging sapi, telur ayam, dan bakso.

Pengambilan sampel kesehatan masyarakat veteriner meliputi pangan asal hewan yaitu berasal dari pasar tradisional, petetnakan telur dan pedagang bakso dengan keseluruhan sampel berjumlah 14 terdiri dari 4 daging sapi, 5 telur ayam, dan 5 bakso. Sampel yang diambil diuji secara mikrobiologi, skrining residu antibiotika, boraks, dan formalin. Pengambilan sampel kesmavet dilihat pada Tabel dibawah ini:

kesmavet

Pembahasan

Kota Prabumulih adalah salah satu kota yang terletak di Propinsi Sumatera Selatan. Secara geografis kota ini terletak antara 3°20’09”-3°34’24.7”  LS dan 104°07’50.4”-104°19’41.6” BT, dengan luas daerah sebesar 434.50 km2. Kota Prabumulih termasuk daerah tropis basah dengan curah hujan 204.45 m3 dan suhu rata-rata 27 °C.

Keamanan pangan merupakan persyaratan utama menjadi semakin penting tidak saja untuk kesehatan masyarakat Indonesia akan tetapi untuk seluruh konsumen yang mengonsumsinya. Tuntutan konsumen dalam hal keamanan pangan akan semakin tinggi seiring dengan pemerataan pendidikan bagi masyarakat dan meningkatnya pendapatan. Aspek keamanan dari suatu produk bukan hanya berarti tidak mengandung bibit penyakit yang dapat menular kepada manusia, akan tetapi juga tidak mengandung residu yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Kebijakan pengawasan produk ternak ditujukan untuk menjamin mutu dan keamanan bagi konsumen serta untuk memfasilitasi perdagangan produk pangan asal hewan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Berdasarkan SK Mentan No.110/1993 tentang penunjukkan laboratorium penguji cemaran mikroba dan residu dalam bahan makanan asal hewan ditetapkan bahwa selain tugas-tugas pokok Balai Veteriner Lampung, maka Balai Veteriner Lampung ditunjuk sebagai laboratorium yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian cemaran mikroba dan residu dalam bahan makanan asal hewan. Dalam melalukan tugas pemeriksaaan tersebut maka dilakukanlah progam monitoring dan surveilen residu dan cemaran mikroba (PMSRCM). Dalam program ini dilakukan pengambilan sampel dari produk asal hewan dari dua kecamatn yaitu kecamatan Cambai dan Prabumulih Utara. Sampel lapang kali ini diambil dari peternakan telur ayam layer, pasar tradisional dan pedagang bakso yang banyak diminati masyarakat setempat. Telur yang diambil dilakukan pengujian keberadaan Salmonella sub Enteritidis dan residu antibiotika, sedangkan daging sapi untuk diuji residu antibiotika serta bakso yang diambil akan diuji apakah mengandung boraks atau formalin. Semua pengujian tersebut dilakukan di laboratorium kesehatan masyarakat Balai Veteriner Lampung.

Simpulan

Monitoring surveilen residu dan cemaran mikroba kesehatan masyarakat veteriner di kota Prabumulih propinsi Sumatera Selatan telah dilaksanakan dengan baik. Konsumsi produk pangan asal hewan terus meningkat dalam lima tahun terakhir, sehingga perlu diperhatikan akan keberadaan cemaran mikroba dan residu yang melebihi batas ambang yang dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manusia dan perdagangan.

Laporan drh Rismayani Sari Dewi, MTA

BERITA TERKINI