Kategori
Artikel

Calf Puller Sangat Membantu Pertolongan Kelahiran Pada Sapi

Untitled-1 copy   Oleh: drh. Joko Susilo

Kelahiran pedet menjadi harapan terbesar peternak dengan pola breeding. Kelahiran yang normal sesuai yang diharapkan peternak juga akan memungkinkan induk segera mengalami kegiatan reproduksi untuk kebuntingan selanjutnya. Sebaliknya, kesulitan kelahiran atau kelahiran yang tidak normal akan menimbulkan kasus gangguan reproduksi ( endometritis, rupture vagina / vulva,  retensi plasenta, pyometra atau anestrus post partus ) jika penanganan kelahiran tidak tepat. Secara umum kelahiran  terbagi dalam 3 fase kelahiran berdasarkan urutan proses kelahiran. Fase pertama / gejala awal sapi mulai melahirkan: sapi gelisah, vulva kendor, dan keluarnya lendir dari vulva. Fase ke dua: sapi mulai merejan, amnion / ketuban mulai terlihat, amnion pecah, organ pedet mulai terlihat, pedet keluar dan fase ke tiga, keluarnya plasenta. Dalam peternakan breeding skala besar atau peternakan sapi perah, disediakan papan tulis di kandang beranak ( maternity barn ) yang berisi fase kelahiran untuk dicatat tiap waktu masing masing prosesnya. Hal ini bertujuan agar setiap kelahiran dapat terkontrol dan untuk mengambil keputusan apakah perlu dilakukan assist ( bantuan kelahiran ) serta penanganan plasenta post partus.

 pedet

Berdasakan pengalaman di lapangan selama ini ( farm dan peternakan rakyat ), kejadian kesulitan kelahiran ( distokia ) cukup tinggi angkanya mencapai 5% dari total angka kelahiran. Ada 3 faktor utama penyebab distokia yaitu factor induk, factor fisik dan factor pedet. Distokia yang disebabkan karena factor induk meliputi adanya inersia uterine primer atau sekunder ( tidak adanya kontraksi / perejanan ), dilatasi ( pembukaan ) cerviks yang tidak sempurna dan pelvis ( pinggul ) yang terlalu sempit untuk keluarnya pedet. Factor dari induk banyak dipengaruhi oleh ketidak cukupan nutrisi pada saat dara, waktu bunting atau kondisi hormonal estrogen, relaksin atau oxytocin. Factor fisik meliputi adanya torsi uterus, adanya stenosis pada cerviks atau vagina dan kelainan congenital. Penyebab terakhir karena faktpr pedet meliputi abnormalitas presentasi, posisi, postur, pertumbuhan abnormal, ukuran terlalu besar ( oversize ) dan adanya kebuntingan kembar.

Presentasi, posisi, postur yang normal pada pedet yang akan lahir adalah kedua kaki depan dan kepala berada menuju cervik ( longitudinal anterior ) atau kedua kaki belakang besama ekor  berada menuju cervik ( longitudinal posterior ).

pedet2

pedet3

Penanganan distokia di lapangan

Penanganan distokia  yang dilakukan petugas ( inseminator, paramedic, medic ) di lapangan, di kandang peternak, atau poskeswan masih banyak dilakukan dengan peralatan seadanya. Peralatan yang sering dipakai tali plastic, tali dari karung pakan, obat obatan, antiseptic, gunting dan lainnya. Penanganan distokia masih banyak dilakukan di kandang yang kurang bersih, bahkan terkadang persiapan alat dan obat obatan masih sangat kurang sehingga banyak yang menyebabkan kegagalan baik induk atau pedet. Pemahaman peternak untuk segera malaporkan kejadian distokia masih kurang, terkadang terkesan terlambat yang ditandai dengan air ketuban sudah berwarna kekuningan, pedet telah mati, atau induk kehabisan tenaga. Idealnya kelahiran normal terjadi 1 jam setelah air ketuban pecah, jika lebih dari 1 jam maka segera melaporkan kepada petugas untuk dilakukan assist.

Petugas yang memiliki jam terbang tinggi akan mempersiapkan segala sesuatu dengan perfect, termasuk persiapan mental. Mental petugas banyak uji ketika pertolongan kelahiran disaksikan banyak orang sebagai tontonan gratis, butuh waktu lama untuk assist sementara pedet belum juga keluar, induk dalam kondisi beringas atau justru sudah ambruk, dan juga peternak yang menyatakan keraguan assist akan berhasil. Trik yang perlu dilakukan untuk mengurangi kepanikan dan  assist akan berhasil salah satunya dengan melihat kondisi induk. Jika induk sudah kehabisan tenaga maka kita perlu memberikan tenaga tambahan lewat air minum, infuse atau injeksi ATP. Kita yakinkan peternak bahwa usaha assist akan berhasil, usahakan assist dilakukan jauh dari keramaian dan tempat yang bersih, jika memang masih ada gerakan pedet segera lakukan, minta bantuan beberapa orang untuk membantu melakukan penarikan pedet sementara kita yang mereposisi pedet / membuka vulva, dan jika memang laporan peternak terlambat ( pedet suda tidak ada gerakan ) segera kita berikan penjelasan di awal assist kepada peternak. Jangan terlalu panic dengan perdarahan karena robeknya vagina / vulva, segera lakukan penjahitan dan pemberian antibiotic.

Pentingnya Calf Puller

alatCalf puller adalah alat yang didesain untuk menarik pedet pada proses assist, tanpa membutuhkan pertolongan banyak orang. Alat ini dilengakapi dengan tali temali yang diperlukan untuk mengikat kaki atau kepala dan hidrolik yang dapat menarik pedet secara periodic. Alat ini sangat efisien dibawa ke lapangan, penarikan pedet secara ritmis memungkinkan pedet keluar pelan pelan, induk terhindar dari rasa sakit berlebih dan meminimalisir sobeknya vulva atau vagina. Sewajarnya poskeswan dan dokter hewan praktek di daerah daerah memiliki alat ini agar dapat meningkatkan keberhasilan pertolongan kelahiran. Pemerintah daerah, dinas terkait dan pemerintah pusat harus mengalokasikan anggaran untuk memfasilitasi poskeswan salah satunya calf puller ini. Manfaat lain alat ini, meminimalisir kelahiran dengan saesar pada sapi karena biayanya cukup mahal bagi peternak.