Chromium Hasilkan Karkas Kualitas Premium

Chromium2Perhitung kualitas dan kuantitas pakan pada peternakan sapi modern dilakukan secara teliti dan cermat, begitu pula pemakaian feed additif yang dipilih. Boleh jadi setiap feedlot memiliki jumlah dan presentase komposisi pakan yang sama ( dry matter, crude protein, Total digestible nutrien, crude fiber, Ca, P ). Hasil akhir sebagai raport internal dari masing masing feedlot akan terlihat pada asupan bahan kering ( dry matter intake ), pertumbuhan berat badan harian ( ADG ), konversi pakan ( FCR ).  Sementara yang menjadi raport eksternal pada pangsa pasar adalah kualitas  karkas, persentase karkas serta harga. Sapi dengan presentasi karkas tinggi yang memiliki paha depan, paha belakang, leher dan punggung semok terisi oleh daging, perut ramping ( mirip perut anjing ) dan terlihat kering tanpa lemak. Pemilihan feed additif, makro mineral, mikromineral, growth promotor ditentukan oleh bermacam tujuan dan berbagai macam pertimbangan dari kondisi sapi atau komposisi pakan. Contohnya, sapi dengan umur lebih muda ( timbang hidup kecil ) butuh waktu penggemukan lebih lama dan butuh Ca lebih banyak. Sapi dengan proporsi dan potensi lemak cukup tinggi seperti indukan ( cow ), steers, membutuhkan feed additif untuk menurunkan persentase lemaknya.

ChromiumChromium  merupakan mikromineral essensial yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein, lemak dan elemen transisi yang terdapat dialam dalam beberapa valensi (Cr+2, Cr+3, Cr+6).  Chromium Trivalen(Cr+3)  merupakan komponen Chromium Organik, Sangat stabil dan bersinergi dengan Nicotinic Acid (Vit B3), Asam Glutamat, Glysin dan Asam Amino Sistein, Dikenal sebagai Glucose Tolerant Factor (GTF).

Fungsi Chromium :

Berikut fungsi Chromium untuk peternakan yaitu sebagai komponen utama dari Glucose Tolerance Factor (GTF) yang meningkatkan kinerja dari hormon insulin, menstimulasi aktivitas dari Insulin, glukosa yang diserap oleh organ tubuh dan otot, metabolisme Glukosa dan menstimulasi sistesa protein, aktifator dari Enzim yang berperan dalam produksi energi dari karbohidrat, terlibat dalam metabolisme asam nukleat yang merupakan bagian dari sintesa protein, aktifitas Selullar dari Cr berpengaruh dalam regulasi pertumbuhan sel dan stimulasi produksi asam lemak dan kolesterol di hati.  Chromium sebagai komponen aktif GTF diperlukan sebagai kofaktor insulin pada proses transportasi glukosa dari sirkulasi darah menuju jaringan tubuh. GTF Cr sangat penting untuk metabolisme dari karbohidrat, protein dan lemak. Sumber-sumber dari Cr sebagai GTF : Anorganik (Garam Chromium) : Chromium Oxide (CrO3), chromium chloride (CrCl3) dan Organik : Cr yeast (Bio-Chrome), Cr picolinate. Inorganic Chromium hanya dapat diserap antara 0,4-3% oleh tubuh. Inorganic Cr harus dirubah dahulu menjadi Cr Organik (GTF) untuk mengkatifkan fungsi fidiologisnya,  perubahan tidak bisa berlangsung singkat dan metabolisme dari Cr Anorganik sangat tidak efisien ]

Chromium3

 Skema GTF Mengikat insulin menuju membra sel

Chromium4

Keuntungan dari suplementasi Cr dalam ration pakan; peningkatan berat badan, efisiensi pakan, komposisi karkas, fungsi reproduksi, sistim kekebalan tubuh, menurunkan gangguan metabolis dan  produksi susu. Dalam hal ini suplementasi Cr meningkatkan respon hormonal dan imunitas, stabilasasi dari asam nukleat seperti DNA/RNA, meningkatkan toleransi dari glukosa, meningkatkan asupan bahan kering (Dry Matter Intake), meningkatkan pertumbuhan dan menurunkan lemak karkas

Pemakaian Cr untuk suplemen pakan sapi semakin meningkat dari waktu ke waktu karena memiliki potensi produksi daging yang berkualitas baik, dapat menjadi solusi pakan dengan kandungan karbohidrat/gula (laktosa) yang terlalu tinggi, bahan pakan berlemak tinggi, mineral anorganik lain yang kurang saling bersinergi seperti Fe dan Zn, tingginya faktor Stress yang diakibatkan oleh: kepadatan, panas, penyakit dan lingkungan, serta berperan penting dalam kebuntingan dan laktasi

Penambahan Cr pada pakan diperluka pada saat kandungan gula darah meningkat (stress-imbas dari pelepasan glucocortocoid) sehingga level Insulin dapat meningkat untuk mengangkut glukosa kedalam sel. Chromium dimobilisasi dari jaringan tubuh ketika level dari insulin meningkat, Cr tidak didaur ulang dan dibuang melalui urin. Jika Asupan Cr tidak terpenuhi, cadangan dari dalam tubuh akan dipergunakan

Tabel : Hasil Pengaruh Chromium terhadap ADG, dry matter intake dan Feed efisiensi

Chromium6

Tabel : Pengaruh Chromium terhadap ADG, DM intake dan Efisiensi Pakan pada steers hari ke 0-196.

Chromium5

Dari kedua tabel diatas menunjukkan bahwa pemakaian Chromium pada sapi usia 0-56 hari dengan level berbeda ( 0,2 ppm dan 0,4 ppm ) tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadapADG dan FCR.  Namun untuk pakan pada steers hari ke 57-196, pemberian Chromium dengan level berbeda ( 0,2 ppm dan 0,4 ppm ) menunjukkan perbedaan signifikan terhadap ADG dan FCR. Pertumbuhan dan FCR pada level pemakaian  0,2 ppm menunjukkan hasil yang lebih baik. Pemberian Chromium di hari 0 – 196  dengan level berbeda ( 0,2 ppm dan 0,4 ppm ) menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan terhadap ADG dan FCR. Pertumbuhan dan FCR pada level pemakaian  0,2 ppm menunjukkan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan 0,4 ppm.

            Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pemakaian Chromium untuk peningkatan ADG dan kualitas karkas dianjurkan dengan level 0,2 ppm. Jika sapi feeding yang akan digemukkan dengan kondisi masih kurus ( kosong ) maka pemakaian Chromium lebih dianjurkan 1 bulan sebelum waktu jual. Namun jika sapi penggemukan sudah berlemak tebal, pemakaian Chromium dilakukan dari awal penggemukan.

Chromium7

BERITA TERKINI