Hadapi Penyakit Parasiter, Bvet Lampung ‘Terbang’ ke Bangka

DSC02244

12 Mei 2014, Balai Veteriner Lampung ‘terbang’ ke Pulau Bangka untuk melakukan Surveilans dan Monitoring Penyakit Parasiter. Tim yang dikomandani oleh drh Joko Siswanto ini menyisir 3 kecamatan di Kabupaten Bangka, yaitu Kecamatan Pemali, Kecamatan Bakam, dan Kecamatan Silip. drh Joko dibantu oleh salah seorang paramedik veteriner Bvet Lampung Suyati, serta ditemani oleh Petugas lapangan Dinas Peternakan Kabupaten Bangka, Erwin dan Samsidar melaksanakan kegiatan Monitoring Penyakit Parasiter yaitu Gastrointestinal, Parasit darah, Protozoa  pada  ternak sapi.

Jumlah ternak yang di monitor di Kecamatan Pemali milik UPTD Kabupaten Bangka jumlahnya 50 ekor sapi Bali dan yang diambil spesimennya 20 ekor. Di UPTD ini sudah cukup baik sistem perkandangan, pemeliharaan dan pemberian pakannya. Untuk ternak milik perseorangan yang juga berlokasi di Kecamatan Pemali juga sudah cukup baik sistem pemeliharaan, perkandangan, dan pemberian pakannya sudah cukup baik, sapi terdiri dari sapi bali yang dipelihara berintegrasi dengan sawit. Begitu juga untuk ternak di kecamatan Bakam yang mayoritas sapi Brahman, pemeliharaan dan pemberian pakan juga cukup baik, namun sistem perkandangannya masih sederhana. Pakan diperoleh dengan cara mengarit atau mencari rumput di kebun-kebun, ternak sapinya tidak terintegrasi dengan sawit. Di kecamatan Silip, ternak terintegrasi ditengah kebun sawit, perkandangan sudah dibuat dengan cukup baik, demikian juga dengan sistem pemeliharaan dan pemberian pakan sudah cukup baik.

Dari hasil pendataan, populasi ternak sapi yang dikunjungi sebanyak 45 ekor milik perorangan, sedangkan milik UPTD sebanyak 50 ekor. Spesimen yang diperoleh berupa serum darah sebanyak 52 spesimen akan ditujukan untuk pemeriksaan terhadap Toxoplasma sp secara serologis dengan menggunakan metode ELISA. Spesimen berupa ulas darah sebanyak 52 spesimen ditujukan untuk pemeriksaan parasit darah dengan metode pemeriksaan Pewarnaan Giemsa. Spesimen berupa feses sebanyak 40 spesimen ditujukan untuk pemeriksaan parasit gastrointestinal dengan metode pemeriksaan Sedimentasi Mammalia dan EPG Mc Master. Semua specimen tersebut dikirim ke laboratorium Parasitologi di Balai Veteriner Lampung.

parasit

Spesimen yang berupa darah + EDTA sebanyak 51 spesimen langsung diperiksa di lapangan terhadap adanya parasit darah Trypanosoma sp dengan menggunakan metode natif, hasilnya semua negative. Spesimen yang berupa darah dalam mikrohematokrit sebanyak 51 spesimen juga langsung diperiksa di lapangan terhadap adanya parasit darah Trypanosoma sp dengan menggunakan metode Sentrifugasi Mikrohematokrit, hasilnya semua negative.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik di 3 kecamatan yaitu Pemali, Bakam dan Silip.
  2. Dari hasil uji lapang diperoleh hasil negative terhadap parasit darah Trypanosoma sp.
  3. Tingkat kebersihan dan sistem pemeliharaan cukup baik demikian juga koordinasi dengan petugas lapangan untuk penanganan dan pencegahan penyakit sudah terkoordinasi dengan baik.

 

Laporan oleh Suyati, A.Md

BERITA TERKINI