Identifikasi Rabies pada Kucing (Felis Silvestris Catus) di Balai Veteriner Lampung Tahun 2012 – 2013

velabo4

Rabies merupakan penyakit virus yang menginfeksi melalui gigitan atau cakaran yang menyerang otak sehingga menyebabkan peradangan ( inammation) pada otak dan jaringan syaraf tulang belakang (spinal cord). Kurangnya pengetahuan masyarakat  mengenai dampak penyakit ini menyebabkan tingginya kasus Rabies di Indonesia, khususnya di wilayah kerja Balai Veteriner Lampung penyakit. Rabies merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus  neurotropik dari genus Lyssa virus, termasuk famili Rhabdoviridae .Pada kucing biasanya Rabies lebih banyak yang berbentuk ganas (Furious) yaitu sekitar 75 %.Laboratorium Balai Veteriner Lampung melakukan pengujian untuk identikasi Rabies secara pewarnaan Seller ‘s  dan FAT (Flourescen Antybodi Tehnique ).Berdasarkan hasil uji terjadi peningkatan jumlah sampel kucing yang positif Rabies laboratorium virologi Balai Veteriner Lampung dari tahun 2012 sampai 2013 yaitu sebanyak 33,3%. Diperlukan vaksinasi secara rutin dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemahaman bahaya rabies.

Kata kunci : Rabies, Kucing, Pewarnaan Seller’s dan FAT

Rabies is a viral disease infecting through bite or claw scratch and this attacks brain by inflicting inflammation in the brain and spinal cord. Less public knowledge about this disease effects causes high case of rabies in Indonesia, especially in working areas of Lampung Veterinary Office. Rabies in cat is mostly furious (about 75%). The rabies identification test results by using Seller’s Stain and FAT (Fluorescent Antibody Technique) showed 33.3% increased positive rabies cat in virology laboratory of Lampung veterinary Office from 2012 to 2013. Routine vaccination and socialization to public about rabies danger is very required.

Keywords : rabies, cat, Seller’s Stain and FAT.

oleh:  Syarifah Alawiyah & Septianita Evarozani LABORATORIUM VIROLOGI

download

BERITA TERKINI