Kasus toksoplasmosis pada hewan dan manusia di Indonesia sangat tinggi

Salah satu penyakit parasiter yang penting adalah Toksoplasmosis, yang merupakan penyakit zoonozis dan tersebar di seluruh dunia. Kasus toksoplasmosis pada hewan dan manusia di Indonesia sangat tinggi. Prevalensi toksoplasmosis pada manusia 40 – 85%, sedangkan pada hewan berkisar antara 5 – 80%. Tingginya kasus toksoplasmosis dan dampak kerugian ekonomi yang ditimbulkan, maka kemampuan dalam mendiagnosis menjadi hal yang sangat penting. Toksoplasmosis disebabkan oleh protozoa Toksoplasma gondii , parasit intaseluler obligat. Parasit ini dapat menginfeksi semua vertebrata termasuk manusia dan berbagai hewan lain termasuk unggas serta hewan berdarah panas .

DSC00595Adanya antibody dalam serum untuk keperluan diagnosis toksoplasmosis, merupakan manifestasi dari respon hospes terhadap keberadaan Toksoplasma gondii di dalam tubuhnya. Antibody IgM terbentuk pada awal infeksi dan dapat dideteksi 5 hari setelah infeksi. Antibody ini akan meningkat cepat selama 2 minggu dan menghilang setelah 2 – 3 bulan. Antibody IgG dibentuk kemudian yang bisa bertahan cukup lama sampai 1 tahun. Adanya IgG merupakan tanda infeksi kronis.

 Pemeriksaan toksoplasmosis dapat secara biologis, immunologis ataupun dengan biomolekuler. Pengujian di BPPV Regional III Lampung secara imunologis dilakukan  dengan metode Elisa.

Penyakit parasiter lain yang bersifat zoonosis dan perlu mendapat perhatian adalah Kriptosporidiosis. Kriptosporidiosis adalah penyakit yang menjangkiti saluran pencernaan (usus) yang manifestasi atau gejala yang ditimbulkan adalah diare.  Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang disebut kriptosporidium, terutama dari spesies Cryptosporidium parvum dan Cryptosporidium hominis.  Di dunia peternakan, penyakit ini jelas menurunkan produktivitas yang ujungnya akan menimbulkan kerugian ekonomi.

DSC00598BPPV Regional III Lampung sebagai laboratorium diagnosa penyakit veteriner  selalu berusaha meningkatkan pelayanan terhadap konsumen.  Salah satu langkah yang ditempuh adalah penguatan atau peningkatan kompetensi laboratorium, dalam hal ini personel penguji, karena kompetensi penguji merupakan faktor utama dalam penjaminan mutu pelayanan/pengujian. Oleh karena itu BPPV Regional III pada hari senin (27/5) menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Laboratorium Parasitologi. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan berlangsung selama lima hari hingga hari Jum’at nanti, dengan sistem pemaparan dan praktikum laboratorium.

Peserta kegiatan ini adalah perwakilan medik / paramedik Laboratorium Parasitologi  dari seluruh BBVet / BPPV di Indonesia dan Laboratorium Type B dan Tipe C se wilayah kerja BPPV  Regional III Lampung serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan FK UNILA. Sedangkan narasumber berasal dari Balitvet Bogor dan Dosen FKH IPB. Sedangkan bertindak selaku narasumber adalah drh. Didik Tulus Subekti M Kes. (Pakar Toxoplasmosis) dan drh. Hj. Umi Cahyaningsih MS. Ph. D (Pakar Cryptosporodiasis).

BERITA TERKINI