Kegiatan 2016

LAPORAN IKM SEMESTER 1 TAHUN 2016

Survey_IKM-trust-Consultant

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang – undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.  Pelayanan publik oleh aparatur negara saat ini diharapkan dapat memenuhi mutu yang diharapkan masyarakat.

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan publik, sebagaimana diamanatkan dalam Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) maka dilakukan pengukuran terhadap indeks kepuasan masyarakat (IKM) sebagai tolok ukur penilaian tingkat mutu pelayanan. Data indeks kepuasan masyarakat tersebut akan dijadikan sebagai bahan pendorong untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang pedoman umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat maka unsur penting yang dinilai terdiri dari 14 (empat belas) unsur. Unsur – unsur tersebut merupakan unsur yang relevan, valid dan reliabel sebagai unsur minimal yang harus ada untuk dasar pengukuran IKM, yaitu : prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, kejelasan pelaksana pelayanan, kedisiplinan pelaksana pelayanan, tanggung jawab pelaksana pelayanan, kemampuan pelaksana pelayanan, kecepatan pelayanan, keadilan mendapatkan pelayanan, kesopanan dan keramahan pelaksana, kewajaran biaya pelayanan, kepastian biaya pelayanan, kepastian jadwal pelayanan, kenyamanan lingkungan dan keamanan pelayanan.

download

_________________________________________________________________

LAPORAN KEGIATAN RAKOR 2016

jac-reqruitment

Dengan memanjatkan syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT, bahwa kami selaku tim panitia Rapat Koordinasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Se Wilayah Pelayanan Balai Veteriner Lampung tahun 2016 telah dapat melakukan tugas ini dengan baik.

Rapat Koordinasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Se Wilayah Pelayanan Balai Veteriner Lampung tahun 2016 disusun berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Dinas yang membidangi Fungsi Peternakan dan Keswan Provinsi, Dinas yang membidangi Fungsi Peternakan dan Keswan Kabupaten/Kota, Laboratorium Daerah dan Puskeswan, Balai Taman Nasional, Karantina dan BPTU HPT Sembawa se wilayah kerja Balai Veteriner Lampung, yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 – 16 Februari 2016 di The Daira Hotel Palembang

Dalam laporan ini dimuat secara lengkap semua bahan-bahan yang dibahas dalam Rapat Koordinasi beserta hasil rumusannya dan dokumen kegiatan. Kami menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna karena semata-mata keterbatasan kami, sehingga kami mengharapkan sumbang saran yang membangun.

Harapan kami mudah-mudahan laporan ini dapat menjadi bahan acuan pada Rapat Koordinasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Se Wilayah Pelayanan Balai Veteriner Lampung pada tahun mendatang.

download

_______________________________________________________________________

LAPORAN KOMPETENSI LABORATORIUM 2016

pengertian kompetensi

Toksoplasmosis adalah penyakit Zoonosis yang disebabkan parasit protozoa Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii merupakan parasit yang bersifat intraseluler dan ekstraseluler. Hospes definitif toxoplasma hanya anggota familia karnivora Felidae seperti kucing, jaguar, ocelot, singa gunung, kucing, macan tutul, bobcat dan cheetah dimana parasit ini memperbanyak diri dan berkembang biak secara seksual.

Pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk membantu diagnosis toxoplasmosis karena infeksi Toxoplasma gondii tidak menunjukkan gejala klinis yang spesifik/patogonomik. Uji serologis yang dapat dilakukan antara lain Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dan uji aglutinasi (misalnya Card Agglutination Test/CATT) yang semuanya ditunjukkan untuk mendeteksi adanya antibodi spesifik terhadap Toxoplasma Gondii baik IgM, IgA ataupun IgE (Dharmana, 2007)

Diagnosis Toxoplasmosis berdasarkan gejala klinis seringkali meragukan sedangkan pengujian feses dengan metode sentrifus juga seringkali sulit menemukan oosista dalam feses. Uji biologis dengan menggunakan hewan laboratorium tidak praktis karena memerlukan waktu yang lama, sehingga perlu adanya sarana diagnosis yang akurat, cepat dan aman untuk diagnosis dalam penanganan penyakit ( Hiswani,2001).

Menemukan parasit dalam jaringan tubuh penderita bukanlah suatu hal yang mudah, untuk mengatasi masalah pada metode konvensional maka dikembangkan metode diagnosis lain seperti pengembangan metode diagnosis dengan pendekatan serologis, histopatologi dan immunohistokimia.

download

________________________________________________________________________

LAPORAN ANALISA PAKAN 2016

pakan ayam pelung

Dengan memanjatkan syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT, bahwa kami selaku panitia Workshop Analisa Risiko Pakan tahun 2016 telah dapat melakukan tugas ini dengan baik.

Workshop Analisis Risiko Pakan tahun 2016 diikuti oleh UPTP Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Pakan, Perusahaan/Feedloter di Lampung, Balai Karantina, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 – 24 Mei 2016 di Grand Citihub Hotel, Bandar Lampung

Dalam laporan ini dimuat secara lengkap semua bahan-bahan yang dibahas dalam workshop beserta hasil rumusannya dan dokumen kegiatan. Kami menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna karena semata-mata keterbatasan kami, sehingga kami mengharapkan sumbang saran yang membangun.

Harapan kami mudah-mudahan laporan ini dapat menjadi bahan acuan dalam Analisis Risiko Pakan berbasis Laboratorium pada tahun mendatang.

download

___________________________________________________________________