Kejadian Fasciolosis di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2013

Triguntoro, Sulinawati, Suyati

Balai Veteriner Lampung

 

ABSTRAK

 

 

BEFFasciolosis di Indonesia disebabkan oleh cacing trematoda F. Gigantica, Kerugian akibat infeksi cacing sulit diperkirakan, kerugian yang diakibatkan Fasciola sp. biasanya berupa kematian pada derajat infeksi yang tinggi terutama pada pedet maupun sapi muda, penurunan produksi, keterlambatan pertumbuhan, penurunan berat badan dan penurunan daya tahan tubuh. Kabupaten Ogan Ilir merupakan daerah yang bersebelahan dengan Kota Palembang sehingga menjadi daerah yang stratagis untuk memberikan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan protein hewani asal sapi. Multistage random sampling digunakan untuk menentukan sampling di beberapa kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir. Dengan expected prevalensi 0,15 % maka dibutuhkan 3 kecamatan. Kejadian kasus positif di 3 kecamatan yang dipilih dalam sampling menunjukkan Apparent Prevalensi (Tanjung Raja,9.4%), (Indralaya Utara, 3.5%) dan (Rantau Panjang,16.2%) hal ini diduga berkaitan dengan musim, manajemen, sanitasi dan pendidikan peternak. Disarankan kepada peternak rakyat di Kabupaten Ogan Ilir untuk lebih memperhatikan manajemen peternakan.

 

Kata kunci : Fasciolosis, Kabupaten Ogan Ilir, Apparent Prevalensi.

 

 

ABSTRACT

 

Fasciolosis in Indonesia caused by trematode worms F. Gigantica , losses due to worm infections are difficult to estimate losses caused by Fasciola sp . usually a death at a high degree of infection , especially in calves and young cattle , decreased production , growth retardation , weight loss and decreased endurance . Ogan Ilir district is an area that is adjacent to the city of Palembang to be an area that stratagis to contribute in meeting the needs of animal protein bovine origin . Multistage random sampling was used to determine the sampling in several districts in Ogan Ilir . With the expected prevalence of 0.15 % is required 3 districts . Incidence of positive cases in 3 districts selected in the sampling showed Apparent Prevalence ( Tanjung Raja, 9.4 % ) , ( North Indralaya , 3.5 % ) and ( Rantau Panjang , 16.2 % ) it is thought to relate to the season , management , sanitation and education breeder . Recommend to the farmers in the district of Ogan Ilir to pay more attention in farm management.

 

Key words : Fasciolosis, Ogan Ilir District, Apparent Prevalence.

 

PENDAHULUAN

Fasciolosis di Indonesia disebabkan oleh cacing trematoda F. Gigantica,  mengingat tingginya prevalensi penyakit ini pada ternak di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Jawa Barat dapat mencapai 90% (Suhardono, 1997) dan di Daerah Istimewa Yogyakarta kasus kejadiannya antara 40-90% (Estuningsih et al., 2004).

Kejadian fasciolosis pada ternak ruminansia berkaitan dengan siklus hidup agen penyebab penyakit tersebut. Cacing Fasciola spp . dewasa dapat bertahan hidup di dalam hati ternak ruminansia antara 1-3 tahun (Tronchy  et al ., 198l).

Siklus hidup Fasciola sp. bersifat tidak langsung dan memerlukan siput air tawar sebagai inang antara. Inang antara yang berperan dalam siklus hidup Fasciola igantica di Indonesia adalah Lymnaea rubiginosa (Soulsby 1986; Kendall 1965, diacu dalam Kusumamihardja1992), sedangkan Fasciola hepatica inang antaranya Lymnaea huncatula (Mitchell, 2007). Karena di Indonesia tidak ditemukan siput yang cocok sebagai inang antara Fasciola hepatica maka tidak ditemukan trematoda ini, kecuali pada sapi impor (Kusumamihardja, 1992).

Kristen (1927) dalam laporan Kusumamihardja & Partoutomo (1971) menyebutkan bahwa seekor sapi akan kehilangan berat badan sebanyak 50 kg atau lebih, beberapa minggu setelah terinfeksi cacing ini. Penelitian lain oleh Woedosari dan Copeman (1997), diacu dalam Spithill (1998) menyatakan bahwa penurunan berat badan sangat tergantung pada kemampuan jumlah cacing hati yang menginfeksi….

download

Velabo Edisi Desember 2013

 

BERITA TERKINI