Konservasi Itik Lokal dengan PGC

18729_4113096311547_1830723992_nStrategi konservasi ex-situ saat ini sedang tumbuh dengan cepat untuk berbagai macam tujuan. Di beberapa negara, konservasi ex-situ merupakan bagian dari komponen integral strategi konservasi. Beberapa strategi difokuskan pada unggas yang sudah mulai langka, tetapi secara umum ada semacam consensus bahwa koleksi ex-situ harus dilakukan untuk semua bangsa ternak, dengan tujuan untuk menangkapsebanyak mungkin keragaman genetik dalam programkonservasi. Bila hal ini dilakukan sudah barang tentuakan menggunakan dana yang besar untuk memeliharaunggas hidup. Selain itu, unggas harus dijaga agar tetapsehat dan tidak mati. Hal ini tidak ada jaminan, apalagidengan merebaknya penyakit flu burung, sehinggaberbagai upaya dilakukan. Salah satu upaya yang adayaitu dengan kriopreservasi, yakni penyimpananplasma nutfah dalam bentuk sel beku baik dalam bentuk sperma, ovum ataupun embrio.

Pada unggas, penyimpanan sperma sudah banyak dilakukan walaupun hasilnya masih sangat bervariasi (HAMMERTEDT dan GRAHAM, 1992), sedangkan penyimpanan ovum dan embrio unggas belum dapat dilakukan karena struktur dan ukuran yang besar pada kuning telur (NAITO, 1997; 1998). Perkembangan terakhir tentang teknik manipulasi embrio, memungkinkan untuk mendapatkan keturunan yang sehat dari sel germline yang dibekukan dan dithawing melalui ayam chimera (NAITO, 2003).

Konservasi plasma nutfah unggas lokal melalui kriopreservasi PGCs selain dapat digunakan untuk konservasi materi genetik untuk pengembangan unggas di masa mendatang juga dapat digunakan untuk preservasi unggas yang kondisi kritis atau hampir punah (TAGAMI et al., 2007).

drh. Tri Guntoro, MP

BERITA TERKINI