Lampung Sambut Kunjungan Tim Ministry of Agriculture (MoA) Malaysia

 

Lampung – Bertempat di GGLC Lampung, Kepala Balai Veteriner Lampung, Nasirudin dan sejumlah Pejabat serta staff menerima kunjungan dari Tim Ministry of Agriculture (MoA) Malaysia pada Kamis 13/12/18. Kunjungan ini dalam rangka proses sharing tentang peternakan yang ada di Indonesia, khususnya di Lampung yang merupakan salah satu daerah lumbung ternak unggul di Indonesia.

Tim MoA Malaysia yang diketuai oleh En.Leonard W. Yussin, membawa rombongan antara lain Yusian b. Sanudin dan Norhanita bt. Jumali dari Bahagian Industri Tanaman, Ternakan dan Perikanan Ministry of Agriculture and Agro-based Industry Malaysia.

WhatsApp Image 2018-12-14 at 19.05.32

Selain dari Tim (MoA) Malaysia, kunjungan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan staf dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, antara lain dari Direktorat Pakan, Direktorat Perbibitan dan Produksi, Direktorat Kesmavet, Direktorat Keswan, PPHNak, Sekretariat dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Propinsi Lampung.

Kunjungan ke Lampung ini merupakan kelanjutan dari kunjungan sebelumnya yaitu ke Kantor Pusat Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan di Ragunan Jakarta, kemudian berlanjut ke Balai Embrio Ternak di Cipelang, berlanjut lagi ke Balai Inseminasi Buatan di Lembang dan KPSBU Lembang. Sharing yang dilakukan antara lain mempelajari bagaimana pengembangan ternak ruminansia perah dan potong di beberapa wilayah di Indonesia.

Kunjungan ke Lampung ini berlangsung selama dua hari. Kegiatan hari pertama diisi dengan kunjungan ke PT. GGLC (Great Giant Livestock) yang merupakan bagian dari GGF (great giant food). Di sini mereka belajar tentang Integrated farming system, yaitu bagaimana sistem pengolahan ‘zero waste‘, dengan memanfaatkan limbah pengolahan produk pengalengan nanas pada PT. GGPC (Great Giant Pineapple) untuk pakan ternak di GGLC. Selain itu juga dibahas tentang kemitraan yang dilakukan oleh GGLC dengan peternak melalui kelompok ternak. “Kami sangat tertarik sekali dgn sistem ini, terutama kemitraan” ujar Leonard mewakili Tim MoA Malaysia.

Hari kedua kunjungan dilanjutkan ke PT.Santosa Agrindo atau lebih dikenal sebagai Santory yang merupakan salah satu Breeding sapi terbesar khususnya untuk sapi jenis Wagyu di Indonesia. Disini mereka banyak berdiskusi tentang bagaimana tantangan manajemen pengelolaan breeding center dengan ribuan sapi serta tantangannya.  Apalagi untuk jenis sapi penghasil daging steak kualitas nomor Wahid seperti Wagyu ini.

WhatsApp Image 2018-12-14 at 19.05.53

“Pentingnya kerjasama pengelolaan peternakan diantara negara-negara ASEAN sudah merupakan suatu keharusan sehingga kita dapat saling belajar dan mengembangkan dunia peternakan lebih baik lagi,” papar Enny Saswiyanti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Veteriner Lampung.(*)

 

BERITA TERKINI