Kategori
Berita Terbaru

Lampung Sebagai Wilayah Sumber Bibit Ternak Masa Depan

10432473_10203362525569675_2604598692286373462_nSwasembada daging sapi memerlukan ketersediaan sumber bibit ternak yang berkelanjutan.  Oleh karena itu diperlukan bibit – bibit yang unggul berbasis sumber daya genetik lokal baik kualitas dan kuantitasnya.  Sesuai Permentan Nomor 64/Permentan/OT 140/11/2011 yang merupakan perubahan atas permentan Nomor 48/Permentan/OT 140/9/2011 tentang pewilayahan sumber bibit maka wilayah yang dapat ditetapkan sebagai sumber bibit harus telah dilakukan surveilans terhadap penyakit hewan menular strategis sesuai jenis dan rumpun ternak.  Demikian yang menjadi bahasan diskusi saat workshop pewilayahan sumber bibit yang dilaksanakan di Hotel Novotel tanggal 17 November 2014 yang menghadirkan pembicara dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta akademisi dari UNILA.

Wilayah sumber bibit juga harus memenuhi kriteria – kriteria yang telah ditentukan seperti jenis, rumpun atau galur asli atau ternak lokal yang dikembangkan secara murni atau dimuliabiakan dengan populasi yang lebih dominan dari populasi jenis, rumpun/galur ternak lainnya.  Selain itu perlu dukungan agroklimat seperti ketersediaan sumber pakan, daya dukung pakan, kesesuaian lahan, topografi dan kapasitas tampung, kepadatan penduduk, sosial ekonomi budaya serta ilmu pengetahuan.

Sampai dengan saat ini benih/bibit ternak yang beredar pada umumnya belum berstandar, kecuali pada ‘ayam ras’ dan semen beku BIB nasional.   Hal tersebut menyebabkan belum ada jaminan kualitas dan perlindungan konsumen walaupun sudah diterbitkan SNI untuk beberapa benih/bibit ternak berstandar.   Dengan pewilayahan ini diharapkan akan berbasis desa / kelompok ternak sehingga satuan terkecil pun bisa menghasil benih/bibit berstandar dan harga jual pun akan meningkat.  Indonesia pun dapat bersaing di kancah internasional, tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga produsen.  Minimal mampu memenuhi kebutuhan untuk dalam negeri.

Provinsi Lampung merupakan salah satu lumbung ternak di Indonesia sehingga berpotensi sebagai sumber bibit dan produsen ternak.  Oleh karena itu diperlukan pemetaan wilayah sumber bibit.  Adapun langkah – langkah pemetaan wilayah dan pengembangan wilayah sumber bibit yaitu : identifikasi potensi wilayah, penentuan wilayah sumber bibit, recording kinerja produksi dan reproduksi ternak serta sifat kualitatif (kinerja eksterior) ternak untuk mendukung pelaksanaan seleksi dan evaluasi sistem pemuliabiakan.

Sampai dengan saat ini Provinsi Lampung telah mengajukan 2 kabupaten sebagai sumber bibit nasional yaitu kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Selatan.  Dan harapan ke depan semoga kabupaten lain dapat mengajukan persyaratan sebagai wilayah sumber bibit sehingga kebutuhan bibit ternak yang berkualitas dapat di penuhi dari dalam negeri sendiri.  Semoga…….

drh. Enny Saswiyanti, M.Si