Kategori
Berita Terbaru

Launching Kit Aglutinasi Toxoplasma

Toxoplasma Modified Aglutination Test

Kerjasama Balai Besar Penelitian Veteriner dan Balai Veteriner Lampung

Jakarta, 1 September 2016

Kit Uji ini dinamakan dengan To-MAT Kit-Tg yang merupakan uji serologi berbasis uji aglutinasi untuk mendeteksi antibodi terhadap Toxoplasma gondii (T. gondii), dan memiliki dua varian, yaitu Red Tomat untuk mendeteksi antibodi pada kasus akut dan kronis Toxoplasmosis. Adapun Blue To-MAT digunakan untuk mendeteksi kasus akut Toxoplasmosis. Kedua varian ini dapat digunakan untuk berbagai spesies hewan dan manusia (multi species).

Sebagai diketahui bersama Toxoplasmosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Manifestasi klinis toxoplasmosis hanya terjadi pada imunodefisiensi atau imunosupression individu. Adapun keunggulan Kit To-MAT dikembangkan untuk dapat diaplikasikan dengan mudah pada laboratorium sederhana dengan kemampuan perbedaan infeksi akut dan kronis. Kit To-MAT memiliki akurasi uji 94,89% dengan sensitivitas 98,55% dan Spesifitas 86,26 %.

Ka. Bblitvet drh Hardiman mengapresiasi tentang temuan2x yang telah dilakukan antara Balitvet dan 2 balai veteriner yakni Balai Veteriner Banjar Baru (SURELISA Kit – Te) untuk deteksi Surra dan Balai Veteriner Lampung (Kit To-MAT) untuk deteksi Toxoplasma. Dalam sambutanya yang mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian pak Hardiman menyampaikan bahayanya Toxoplasma karena bersifat zoonosis. Dan tentunya sebelum dilakukan kegiatan launching ini telah banyak dilakukan Harmonisasi.

Drh Didik dari Bbalitvet yang selama ini mendampingi dalam pembuatan Kit tersebut memang telah melakukan pengkajian yang cukup panjang, dan cukup dapat diterima oleh semua pihak.

Menurut drh Ikhwan setelah dilakukan harmonisasi dengan melibatkan beberapa instansi dengan hasil Se dan Sp yang memuaskan > dari 90% dengan arti kit elisa ini mampu dilakukan dengan hasil yang baik. Dalam penjelasan disambung oleh drh Sulinawati yang memberikan gambaran tentang Kit To-MAT yang menjelaskan prinsip kerja hampir sama dengan ELISA dengan validasi yang cukup baik akurasi uji 94,89% dengan sensitivitas 98,55% dan Spesifitas 86,26 %.  Dan dari hasil harmonisai dari 22 penguji semua telah melakukan dengan baik dan hasil yang memuaskan yakni jika positif dengan hasil positif dan jika negatif dinyatakan negatif.

Semoga hasil yang telah dibuat mampu memberikan dampak positif terhadap pengidentifikasian terhadap penyakit Surra dan Toxoplasmosis. Diharapkan ke depan dapat digunakan dan mampu melakukan uji di beberapa daerah sehingga pendeteksian dapat dilakukan secara cepat, tepat dan akurat.

drh Tri Guntoro, MP