Kategori
Artikel

Manajemen Personality : Reframe Sudut Pandang Petugas untuk mensukseskan SIWAB (#Gangrep part 3)

Setelah pendekatan personal, non verbal komunikasi, transfer power yang telah kita bahas ditulisan sebelumnya maka selanjutnya langkah kita adalah bagaiman merubah sudut pandang petugas lapangan (reframe) bahwa penanganan gangrep UPSUS  SIWAB lebih mudah sehingga yang tercipta adalah atmosfer yang positif dan tidak ada beban dalam melaksanakan tugas.

Setelah penyuluhan atau bimtek atau refresh petugas maka setiap kelompok organisasi tim kecil atau besar harus membuat simbol yang menjadi penyemangat dan pemersatu misal dengan seragam atau yel yel, contoh : UPSUS SIWAB siap…sigap…sukses…amin..  atau Gangrep Sumsel Go..go….  Simbol ini jika dibaca setiap hari akan mempengaruhi alam bawah sadar yang positif dan menjadi image building ke pihak lain bahwa kami bekerja, bantu kami, support kami, dan seterusnya yang merupakan pesan bagi semesta untuk mendukung.  Inilah yang menjadi tujuan dibuat simbol – simbol seperti seragam, gambar serta atribut lainnya.  Bagi yang belum mencoba, mungkin bisa memulai dengan simbol sebagai awal perubahan.  Ini bisa dicoba untuk kegiatan apapun tidak hanya gangrep SIWAB.

Secara teknis kita benahi kedalam keterampilan dan pengetahuan kita.  Secara umum keluar kita juga perlu menunjukkan bahwa kita do something.  Kita menunjukan pada dunia gerakan kita.  Kita kejar pak lurah, kejar pak camat, kejar ketua kelompok ternak.  Kita dekati, sambung silaturahim, jangan dimusuhi dan bicara dengan hati.  Ketika kita bersatu, menyanyi dengan nada yang sama maka lagu tidak akan sumbang.  Toh lagu yang kita nyanyikan sama,  untuk kesejahteraan peternak, yang juga untuk kemajuan bangsa ini.  Semoga.

Note Path kultum gangrep siwab #3 by Enny Saswiyanti

Artikel ditulis berdasarkan diskusi dan pencerahan dari Drh. Agung Budiyanto, PhD di grup AMERVI dan Gangrep Sumsel Babel