Mengukur Besaran Asosiasi

Besaran asosiasi digunakan untuk menghitung kekuatan hubungan antara paparan penyakit (potensial penyebab) dan penyakit, namun perhitungan signifikan secara statistik tidak dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan suatu asosiasi karena tergantung pada besaran sampel.

Apabila frekuensi penyakit telah telah diukur sebagai risiko, data untuk mengukur kekuatan asosiasi antara paparan dan penyakit disimpulkan sebagai berikut :

ir1

Dimana :

a1 : jumlah hewan terpapar dan berpenyakit

b1 : jumlah hewan terpapar dan tidak berpenyakit

a0 : jumlah hewan tidak terpapar dan berpenyakit

b0 : jumlah hewan tidak terpapar dan tidak berpenyakit

Kekuatan asosisi antara paparan dan penyakit biasanya dinyatakan dengan ukuran efek relatif, yang dihitung sebagai rasio dari dua estimasi frekuensi penyakit. Ada tiga rasio untuk mengukur asosiasi :

risk rasio (RR), insiden rate (RR) dan insiden rasio (IR) dan odds rasio (OR). Mengukur asosiasi tergantung pada design studi dan ukuran frekuensi penyakit.

Rasio Risiko (RR)

RR adalah rasio risiko berpenyakit pada kelompok yang terpapar dengan risiko berpenyakit pada kelompok tidak terpapar

ir2

Rasio risiko (dikenal juga dengan risiko relatif) dapat dihitung pada studi kohort dan cross sectional namun tidak dapat digunakan pada kasus-kontrol karena nilai jumlah kasus dan kontrol sudah ditentukan terlebih dahulu.

range RR antara 0 sampai tidak terbatas

Nilai 1 menujukkan tidak ada asosiasi antara paparan dan penyakit

RR<1 paparan merupakan protektif

RR=1 paparan tidak menujukan pengaruh

RR>1 paparan positif berasosiasi dengan penyakit.

Data karsinoma okular dan pigementasi kelopak mata dari hipotesa studi longitidinal Sapi

ir3

Insiden rate rasio

 IR adalah rasio frekuensi penyakit (diukur sebagai insiden rate) didalam kelompok terpapar dengan kelompok tidak terpapar.

 IR=(a1/t1)/(a0/t0)

 IR hanya dapat dihitung pada studi kohort, terkadang disebut juga rasio densitas insiden, range IR antara 0 sampai tidak terbatas, nilai  >1 berindikasi peningkatan rate penyakit pada kelompok terpapar.

ir4

Pada contoh ini, rate mastitis 2.1 kali lebih tinggi pada ambing sapi yang tidak dilakukan dipping dibanding  ambing sapi yang dilakukan dipping sebelum proses pemerahan.

Odds ratio

OR adalah odds suatu penyakit pada kelompok terpapar dibagi dengan odds penyakit pada kelompok tidak terpapar

OR=odds (D+|E+)/odds(D+|E-)

= (a1/b1)/(a0/b0)

= (a1/b0)/(a0/b1)

Sebagai alternatif, dapat dihitung dengan odds paparan pada kelompok berpenyakit dibagi dengan paparan pada kelompok tidak berpenyakit.

OR=odds (E+|D+)/odds(E+|D-)

= (a1/a0)/(b1/b0)

= (a1/b0)/(a0/b1)

Berdasarkan contoh data diatas maka, OR =(38/4962)/(2/998)=3,82

Interpretasi OR sama dengan RR dan IR, OR=1 berindikasi tidakada pengaruh, nilai <1 dan > 1 beriidikasi masing-masing mengurangi risiko (proteksi) dan meningkatkatkan risiko.

RR dan OR

 Apabila penyakit frekuensi nya rendah dalam suatu populasi (prevalensi atau risiko insiden <5 %) OR hampir sama dengan RR, pada situasi ini  karena nilai penyakit rendah a1 dan nilai (a1+b1) mendekati a0 sangat rendah maka (a0+b0) mendekati b0.

ir5Ditulis Oleh

Drh Gunawan Setiaji

Kepala Laboratorium Epidemiologi Balai Veteriner Lampung

BERITA TERKINI