Kategori
Artikel Berita Terbaru

Mengenal lebih dekat Virus ZIKA

zika_babyVirus Zika sempat ramai diperbincangkan setelah adanya outbreak di Brazil pada akhir tahun 2015 lalu di Brazil (CDC, 2015). Otoritas kesehatan Brazil menyatakan bahwa dari 2400 bayi yang baru lahir yang mengalami mikrosefali dan 69 kematian bayi yang terjadi pada tahun 2015 disebabkan oleh virus Zika. Di Colombia, 13,500  kasus telah di laporkan dan dicurigai tertular virus ini (www.malaysiandigest.com, 2015) Pada Desember 2015, WHO melaporkan bahwa virus ini telah menyerang Puertorico, Afrika Barat, Honduras dan Panama. CDC telah mengeluarkan “travel warning” bagi yang ingin berkunjung negara endemis virus tersebut.

Secara umum Virus Zika memiliki gejala seperti penyakit umum lainnya yaitu sakit kepala, demam, bintik merah dan konjuntivitis. Pada orang dewasa tidak berdampak fatal. Virus ini memiliki dampak serius terhadap bayi yang baru lahir karena menyebabkan kerusakan otak atau mikrosefali yang dapat menyebabkan kematian. Wanita hamil yang terinfeksi dapat menyebabkan keguguran (CDC, 2015). Kementerian Kesehatan Brasil juga mengeluarkan pernyataan keterkaitan virus ini dengan kematian bayi setelah mengotopsi jenazah bayi dengan mikrosefali November lalu, dan menemukan virus Zika dalam jasadnya. Virus ini juga ditemukan dalam cairan ketuban dua ibu yang melahirkan bayi dengan mikrosefali.

Virus Zika merupakan masuk dalam famili flaviviridae, genus flavivirus. Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk aedes aegypty. (Wikipedia, 2015). Sebenarnya virus Zika bukan virus baru, ia telah dikenal sejak tahun 1950. Pertama kali diisolasi pada monyet di Uganda pada tahun 1947. Dan tahun 1968 diisolasi pertama kali dari manusia yang diduga terinfeksi virus Zika. Dari tahun 1951 sampai dengan 1981 ditemukan beberapa kasus infeksi yang diduga disebabkan oleh virus ini. Di Indonesia belum ada laporan dugaan infeksi dan isolasi virus dari manusia secara resmi. Akan tetapi sebuah lembaga swasta yang melakukan penelitian di Jambi tahun 2014 menemukan adanya pasien yang terserang virus tersebut.

WHO (World Health Organization) telah memantau penyebaran virus ini dan mengeluarkan peringatan terkait situasi di Brasil dan beberapa negara lainnya. Pengobatan penyakit ini bersifat symptomatis dan bayi telah terinfeksi dan menderita mikrosefali akan sulit untuk sembuh dan perlu penanganan khusus seumur hidupnya. Oleh karena itu perlu tindakan preventif terkait mencegah penularan virus tersebut seperti pembasmian nyamuk dan tempat berkembang nyamuk, pemakaian lotion anti nyamuk serta mengurangi aktivitas keluar rumah terutama untuk bayi dan ibu hamil. Mulai saat ini mari kita jaga kesehatan anak dan keluarga kita. . Mencegah memang lebih baik dari pada mengobati. (Enny Saswiyanti)

Referensi :

http://malaysiandigest.com/world/591070-brazil-zika-outbreak-more-babies-born-with-birth- defects.html

www.facebook. Denny Widaya Lukman.

https://en.wikipedia.org/wiki/Zika_virus

http://www.cdc.gov/zika/