Lab. Patologi

1. Uji Patologi Anatomi/Nekropsi

Selama periode Januari sampai dengan Mei 2013, Laboratorium Patologi telah menerima spesimen berupa kadaver/bangkai dari berbagai jenis hewan dan kepala/otak dari Hewan Penyebar Rabies/HPR (anjing, kucing, kera, kambing) yang ditujukan untuk pengujian  penyakit Rabies. Untuk spesimen yang berupa kepala HPR untuk pengujian rabies, pengambilan bagian otak (hypocampus) dilakukan di Ruang Nekropsi Laboratorium Patologi yang selanjutnya dikirim ke Laboratorium Virologi untuk pemeriksaan lanjutan (Pewarnaan Seller, FAT atau uji biologis) dan atau di uji Histopatologi di Laboratorium Patologi. Jumlah spesimen dan jenis hewan dapat dilihat pada Tabel 1, sedangkan Tabel 2 merupakan hasil dari pemeriksaan spesimen.

tabel1

Dari hasil diagnosa Uji Patologi Anatomi pada Januari sampai Mei tahun 2013 penyakit terbanyak yang  didiagnosa adalah Avian Influenza (15) spesimen, Suspect Rabies sebanyak 9 spesimen disusul Suspect bakteri 6 sampel.

pato4

pato5

pato1

pato2

pato3

2.   Uji Histopatologi  

 Spesimen untuk pemeriksaan histopatologi umumnya berupa potongan organ tubuh hewan yang diterima dalam keadaan segar atau dalam pengawet (Formalin 10% atau Buffer Formalin 10%). Diagnosa etiologi dari pemeriksaan histopatologi dapat dibuat apabila perubahan organ yang diperiksa menunjukkan perubahan yang karatekristik (patognomonis) untuk penyakit tertentu. Apabila hal tersebut tidak ditemukan biasanya diagnosa dibuat berdasarkan dengan ditemukannya perubahan-perubahan penting pada organ tubuh yang terlihat mencolok (diagnosa morfologi). Jumlah spesimen dan jenis hewan dapat dilihat pada Tabel 3.

tabel2

Keterangan

  • Penyakit Virus (30 spesimen): AI (22 sp), ND (8 sp)
  • Penyakit Bakteri (8 spesimen): Suspect Salmonellosis (8 sp)
  • Peradangan pada organ (58 spesimen) terdiri dari: Chirosis hepatis (4 sp), Pneumonia interstitialis (13 sp), Bronchopneumonia  (2 sp), Glomerulosneptritis (10 sp),  Enteritis haemorrhagica (13 sp), Pneumonia Haemoragika (8 sp), Enteritis katalis (6 sp), Perikarditis fibrinosa (8 sp):
  •  TDD (tidak dapat didiagnosa) oleh sebab spesimen telah mengalami autolisis (1 spesimen)

patob1

3. Pengujian Patologi Klinik    

  1. Pemeriksaan PCV dan TPP, umumnya spesimen yang diterima berupa darah lengkap (mengandung antikoagulan) dan darah dalam tabung hematokrit. Spesimen darah lengkap untuk pengujian hematologi rutin berupa penghitungan Sel Darah Merah/Red Blood Cell (SDM/RBC) dan differensial SDM/RBC, Sel Darah Putih/White Blood Cell (SDP/WBC) dan differensial SDP/WBC, Haemoglobin darah (Hb), keping darah (thrombosit) dan Packed Cell Volume darah (PCV). Spesimen dalam tabung hematokrit dipakai untuk penghitungan Total Protein Plasma (TPP) dan Packed Cell Volume darah (PCV). Laboratorium Patologi selama tahun 2013 belum menerima spesimen dalam bentuk urine untuk pengujian Patologi Klinik. Jumlah spesimen dan jenis pengujian hematologi di Laboratorium Patologi terdapat pada Tabel 4.

                         Tabel 4.  Jumlah Spesimen dan Jenis Pengujian Hematologi di Laboratorium        

                                      Patologi BPPV Regional III Tahun 2013

Bln

Jenis Pengujian

Hematokrit

Patologi Klinik

PCV Sapi

PCV

Kambing

TPP

Sapi

TPP

Kambing

PCV Kerbau

PCV Kerbau

Gajah

Anjing

Jan
Peb

320

320

Mar

575

575

Apr

378

14

378

14

Mei

371

371

Total

1644

14

1644

14

 

 

 

 


2. Pengujian toksikologi sampai Mei tahun 2013 belum ada spesimen yang diterima Biasanya spesimen berupa isi lambung diuji dengan picrate paper dengan hasil positif mengandung hydrocyanic acid /cyanida. Belum ada spesimen yang masuk pada pengujian toksikologi mungkin disebabkan oleh tidak ada kejadian keracunan yang dilaporkan/diperiksa di laboratorium oleh masyarakat/customer serta kurangnya sosialisasi pada masyarakat/customer tentang kemampuan Laboratorium (BPPV Regional III) dalam pengujian toksikologi.

3. Pengujian hematologi, spesimen yang diterima berupa darah lengkap (mengandung antikoagulan), diuji dengan alat hematologi reader yang dalam waktu 5 menit kita sudah mengetahui hasilnya.Hasilnya berupa Hb,WBC,RBC,Trombosit dll, sampai Mei tahun 2013 belum ada spesimen yang diterima dikarenakan alat hemtologi reader dalam kondisi perbaikan.

 

Personil Lab Patologi

1.drh. Joko Siswanto

2. drh Joko Susilo

3. Slamet Nuryadi

4. Ahyul Heni

5. Bayu Triwibowo

person