Kegiatan Operasional Lapangan Tahun Anggaran 2013 dilaksanakan di  seluruh provinsi wilayah pelayanan  Balai Penyidikan dan Pengujian Regional III berdasarkan data epidemiologi dan anggaran yang tidak memungkinkan untuk dapat melayani seluruh wilayah.  Kegiatan tersebut  terdiri dari :

 1.     Surveilans dan Monitoring Rabies

Kegiatan ini dimaksudkan terutama untuk pengamatan  seroepidemiologik dan monitoring hasil vaksinasi Rabies di beberapa wilayah.  Pada tahun 2013 kegiatan pemberantasan Rabies  direncanakan untuk monitoring pasca pembebasan Rabies di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan monitoring di beberapa wilayah endemik lainnya.

  2.         Surveillance  dan Monitoring Avian Influenza

Kegiatan Surveillance Avian Influenza dilaksanakan untuk  menanggulangi kasus penyakit AI yang terjadi di wilayah kerja dengan tujuan untuk :

a.   Mengidentifikasi kejadian kasus terakhir dalam suatu peternakan  atau kelompok ternak unggas .

b.   Mengukur keberhasilan program pemberantasan Avian Influenza melalui kegiatan  monitoring  seroepidemiologis.

c.   Mendeteksi kemungkinan adanya subtype virus lain selain H5N1 pada ternak unggas.

d.   Mendeteksi kemungkinan adanya H5N1 pada unggas air

e.  Melakukan permulaan/pendahuluan road map surveilan pembebasan AI di Kepulauan Belitung Provinsi Kep. Bangka Belitung

Peta lokasi kegiatan tersebut diatas dapat berubah  pelaksanaaannya karena disesuaikan dengan situsi dimana penyakit/ insidensi penyakit terjadi pada saat itu.

Pada setiap kegiatan operasional di lapangan, para pelaksana kegiatan disamping data dan informasi yang diperlukan dalam penyidikan para pelaksana juga mengambil sejumlah sample/spesimen sebagai bahan pemeriksaan dan diagnosa laboratorium sesuai dengan ketentuan sampling.

Selain itu pelaksana juga  harus melakukan pengamanan spesimen sebelum sampai dilaboratorium secara baik sehingga dapat dilakukan diagnosa laboratorium  secara tepat dan akurat.

Semua spesimen serta  data/informasi lapang yang diperoleh   selanjutnya dilakukan registrasi/pencatatan di seksi Informasi veteriner, selanjutnya akan didistribusikan ke seksi-seksi teknis dengan tertib administrasi sesuai tujuan pemeriksaan laboratorium yang telah diarahkan oleh diagnotisien.

Hasil jawaban pemeriksaan spesimen yang telah selesai disampaikan ke Seksi Informasi Veteriner untuk ditentukan/disimpulkan. Hasil pemeriksaan spesimen sebagai hasil/kesimpulan diagnosa akhir akan diberikan kepada pengguna jasa/costumer.

 3.   Surveilans dan Monitoring Brucellosis

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempertahankan status bebas Brucellosis di Regional III karena ditahun 2011 telah dilakukan pembebasan Brucellosis. Bila dalam pelaksanaan monitoring ditemukan reaktor maka dilakukan staughtered dan didaerah tersebut dilakukan sensus. Adapun jumlah sampel yang diambil dengan menggunakan sampling random sederhana. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan memperhatikan risk factor penyakit.

 4.   Surveilans Anthraks

Kegiatan ini dimaksudkan terutama untuk melakukan pemantauan  secara dini (Early warning sistem)  penyakit Anthraks, karena seperti diketahui wilayah pelayanan Balai Penyidikan dan Pengujian Regional III adalah daerah bebas kasus penyakit Anthraks. Penentuan lokasi surveilan dilakukan pada populasi tertarget.

 

5.   Surveilans dan Monitoring Hog Cholera

Kegiatan ini dimaksudkan terutama untuk memantau kejadian kasus penyakit Hog Cholera di wilayah yang  mempunyai populasi  ternak babi cukup padat,  melalui pengamatan secara klinis dan melaksanakan monitoring  titer antibodi.

6.   Surveilans dan Monitoring Jembrana

Adalah kegiatan monitoring dan pengamatan penyakit Jembrana pada sapi Bali baik secara klinis, anatomis maupun serologi , terutama di wilayah yang mempunyai populasi sapi Bali cukup tinggi di provinsi Lampung, Bengkulu dan Sumatra Selatan.

7.   Surveilans Penyakit Eksotik

Adalah kegiatan perjalanan  dalam rangka pengambilan sampel untuk monitoring secara dini penyakit  hewan dan  kesiapsiagaan  bila terjadi kasus/wabah  penyakit  hewan secara insidental/diluar dugaan,  diutamakan kasus penyakit hewan  eksotik. Pengambilan sampel difokuskan ke Johne’s Disease, EBL dan Q Fever dengan populasi tertarget.

8.   Surveilans dan Monitoring Penyakit Gangguan Reproduksi

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program nasional pemerintah yaitu Progran Swasembada Daging Sapi Kerbau (PSDSK). Seperti diketahui bahwa salah satu penyebab rendahnya  angka reproduksi sapi potong disebabkan adanya penyakit reproduksi.  Untuk menanggulangi masalah tersebut maka pada tahun anggaran 2013 masih dilaksanakan kegiatan  lanjutan dalam rangka penanggulangan  penyakit reproduksi khususnya untuk sapi potong.

 9.      Surveilans dan Monitoring Penyakit Endemis dan Zoonotik

Adalah kegiatan perjalanan dalam rangka pengambilan sampel untuk monitoring Penyakit Endemis dan Zoonotik. Diharapkan dengan melakukan monitoring beberapa penyakit Endemis dan Zoonotik mampu menekan kejadian penyakit dan melakukan antisipasi akan kejadian wabah. Surveilan ini fokus terhadap penyakit Newcastle Disease, Salmonellosis, Infectious Bursal Disease, BVD dan Septicaemia Epizootica.

 10. Kesmavet (Penyediaan Pangan Asal Hewan Yang Asuh)

Adalah suatu kegiatan pengamatan  terhadap bahan asal hewan (BAH) seperti daging, telur dan susu yang bersifat terus menerus yang diarahkan kepada pengamatan adanya cemaran mikroba, residu antibiotika secara kualitatif, uji fisik dan uji lain .

Leave a Reply