Peta Surveilans dan Monitoring Anthrax

Penyakit Anthraks

Status: Tidak Ada

Pendahuluan

Anthraks adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Bacillus anthracis, biasanya bersifat akut atau perakut pada berbagai jenis ternak (pemamah biak, kuda, babi dan sebagainya). Ditandai dengan demam tinggi yang disertai dengan perubahan jaringan bersifat septisemia, infiltrasi serohemoragi pada jaringan subkutan dan subserosa, serta pembengkakan akut limpa. Berbagai jenis hewan liar (rusa, kelinci, babi hutan dan sebagainya) dapat pula terserang.

Penyebab anthraks adalah Bacillus anthracis. B.anthracis berbentuk batang lurus, dengan ujung siku, membentuk rantai panjang dalam biakan. Dalam jaringan tubuh tidak pernah terlihat rantai panjang, biasanya tersusun secara tunggal atau dalam rantai pendek dari 2-6 organisme, berselubung (berkapsul), kadang-kadang satu selubung melingkupi beberapa organisme. Selubung tersebut tampak jelas batasnya dan dengan pewarnaan gram tidak berwarna atau berwarna lebih pucat dari tubuhnya. Bakteri anthraks bersifat aerob, membentuk spora yang letaknya sentral bila cukup oksigen. Tidak cukupnya oksigen di dalam tubuh penderita atau di dalam bangkai yang tidak dibuka (diseksi), baik dalam darah maupun dalam jeroan, maka spora tidak pernah dijumpai. Bakteri bersifat Gram-positif, dan mudah diwarnai dengan zat-zat warna biasa.

Tujuan dan sasaran program surveilans penyakit Anthraks adalah untuk mempertahankan status bebas Anthraks serta memperbaiki produktivitas dan reproduktivitas ternak sapi sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani/peternak di wilayah kerja Balai Veteriner Lampung.

Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan surveilans penyakit Anthraks adalah :

  1. Untuk membuktikan bahwa di wilayah kerja Balai Veteriner Lampung masih bebas Anthraks
  2. Deteksi dini dan menemukan kasus terhadap peluang masuknya Penyakit

 

Materi dan Metode

Materi

Materi berasal dari pengambilan sampel ulas darah yang disesuaikan dengan kaidah pengambilan sampel yang diperoleh dari lapangan yang direncanakan, baik melalui pendekatan wilayah maupun pendekatan populasi. Dalam pengambilan sampel tersebut Balai Veteriner Lampung bekerjasama dinas-dinas terkait yang berada di wilayah kerja. Bahan yang diuji berupa sampel ulas darah sapi dari ternak yang berusia 1 tahun atau lebih.

Jenis spesimen yang diambil berupa ulas darah di daerah yang dilakukan investigasi, surveilans dan monitoring Anthraks. Alat dan Bahan yang diperlukan dalam pengambilan spesimen ulas darah adalah handling, spuit, kapas alkohol, slide glass dan slide box. Selain itu, alat tulis juga dibutuhkan dalam pembuatan etiket dan label terhadap sampel yang diperoleh untuk mencatat informasi sampel seperti keterangan pemilik hewan, alamat dan keterangan tentang hewan itu sendiri.

Alat dan bahan dalam pelaksanaan uji laboratorium yang dibutuhkan meliputi jas laboratorium, glove, kotak slide, kotak untuk pewarnaan giemsa dan lain-lain. Sedangkan bahan yang digunakan pada pengujian Pewarnaan Giemsa berupa Larutan Giemsa, formalin untuk fiksasi.

selanjutnya download di sini…

Tinggalkan Balasan