Peta Surveilans dan Monitoring Brucellosis

Brucellosis adalah penyakit hewan menular yang secara primer menyerang sapi, kambing, babi dan sekunder menyerang berbagai jenis hewan Iainnya serta manusia. Pada sapi penyakit ini dikenal pula sebagai penyakit keluron menular atau penyakit Bang. Sedangkan pada manusia menyebabkan demam yang bersifat undulans dan disebut “Demam Malta”.

Kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh brucellosis sangat besar, walaupun mortalitasnya kecil. Pada ternak kerugian dapat berupa keluron, anak hewan yang dilahirkan lemah kemudian mati, terjadinya gangguan alat-alat reproduksi yang mengakibatkan kemajiran temporer atau permanen. Kerugian pada sapi perah berupa turunnya produksi air susu.

Brucellosis disebabkan oleh infeksi dari berbagai spesies dari genus brucella, termasuk pada bakteri gram negatif, coccobacillus fakultatif intraseluler atau berbatang pendek (Bret et al. 2007). Organisme ini biasanya aerobik tetapi pada beberapa jenis memerlukan lingkungan yang mengandung karbondioksida 5-10%. Pertumbuhan Brucella sp lambat, kadang-kadang memakan waktu 2-3 hari dengan memerlukan media enriched dengan suhu 370C.

Tujuan dan sasaran program surveilans penyakit Brucellosis adalah untuk mempertahankan status bebas Brucellosis serta memperbaiki produktivitas dan reproduktivitas ternak sapi sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani/peternak di wilayah kerja Balai Veteriner Lampung.

Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan surveilans penyakit Brucellosis adalah :

  1. Untuk membuktikan bahwa di wilayah kerja Balai Veteriner Lampung masih bebas Brucellosis
  2. Hasil monitoring dan surveilans yang didapatkan nanti dapat digunakan sebagai masukan bagi pembuat kebijakan dalam rangka mempertahankan status bebas Penyakit Brucellosis
  3. Mengetahui prevalensi terakhir kasus Brucellosis

selanjutnya download di sini…