Peta Surveilans Monitoring Rabies

Sero-Surveillance Rabies Pada Anjing

Latar Belakang

Penyakit Rabies di wilayah kerja Bal;ai Veteriner Lampung menunjukan penurunan kasus di beberapa Kabupaten yang sebelumnya memiliki kasus prevalensi cukup tinggi, meliputi kabupaten Lampung Utara, Pesisir Barat, Pesawaran, Muara Enim, Kota Bengkulu, Kota Bandar Lampung dan beberapa kabupaten lainnya. Pada tahun 2019 kejadian rabies masih terjadi di kabupaten Muara Enim, Muara dua, Waykanan

Tujuan

  1. Mengetahui titer antibodi post vaksinasi rabies
  2. Memepertahankan status Bangka Belitung Bebas Rabies
  3. Mentargetkan Kabupaten Bengkulu Bebas Rabies 2022

Metoda:

  1. Surveilans aktif

Jumlah anjing yang diambil serum darah meliputi  : anjing (Post vaksin), jumlah sampel post vaksin minimal15 ekor. Dengan menggunakan perhitungan n = 4PQ/ l2 = 4.0,01*0,99/ 0,052  = 15,8. Kuesioner meliputi pemilik, umur, breed, pemeliharaan, tanggal vaksinasi, merk vaksinasi, petugas vaksinasi, kondisi hewan penular rabies (HPR), pengobatan parasit, vaksinasi lainya

  1. Surveilans pasif
  2. Surveilasn pasif dilakukan melalui laporan dari masyarakat, isiKHnas, dokter hewan praktek
  3. Sample pasif dari masyarakat untuk lalu lintas HPR
  4. Sampel pasif kiriman dinas dari kasus gigitan HPR
  5. Melakukan Advokasi anggaran terkait pentingnya alokasi anggaran APBD/APBD tingkat I untuk program pengendalian rabies melalui program vaskinasi tertarget (70 % populasi HPR) kepada pemerintah daerah atau DPRD

selanjutnya download di sini