Kategori
Berita Terbaru

Pengelolaan laboratorium yang aman bagi lingkungan.

Pembangunan ekonomi nasional diselenggarakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kualitas lingkungan hidup yg semakin menurun telah mengancam kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya sehingga perlu dilakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang sungguh-sungguh dan konsisten oleh semua pemangku kepentingan karena setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Sesuai UU No.32 tahun 2009 menyatakan bahwa setiap usaha atau kegiatan yg berdampak penting bagi lingkungan hidup wajib memiliki dokumen pengelolaan lingkungan. Dampak ini dapat bersifat langsung ataupun tidak langsung terhadap lingkungan.  Ada tiga macam dokumen lingkungan yaitu dokumen Amdal, UKL UPL dan SPPL. Dokumen tersebutlah yang akan dijadikan dasar menteri/gubernur/bupati/walikota untuk mengeluarkan izin lingkungan.  Demikian yang disampaikan oleh narasumber dari UNILA Dr.Ir.Agus Setiawan, M.Si dalam sosialisasi pengelolaan lingkungan laboratorium di Aula Balai Veteriner Lampung pagi ini, 24 oktober 2017.

Untuk laboratorium Veteriner Lampung, dengan luas lahan 3.4 ha dan bangunan 740 m3 maka kemungkinan adalah menyusun UKL UPL.  Sesuai SE menteri LHK No. S541/MenLHK/Setjen/PLA4/12/2016  karena kegiatan sudah berjalan maka dokumen kemungkinan yang disiapkan adalah DPLH (dokumen pengelolaan lingkungan hidup), sebagai syarat memperoleh izin lingkungan. Selain itu perlu dilengkapi juga: legalitas (akta notaris/SK/dll),company profile, dokumen ukl upl dan  rekomendasi dari BKPRT tentang tata ruang.

BVet Lampung sebagai laboratorium veteriner yang memiliki tugas melakukan investigasi dan diagnosa penyakit hewan dan kesmavet telah melakukan pengelolaan limbah sehingga tidak mencemari lingkungan.  Walaupun demikian ada beberapa hal yang harus disempurnakan terkait pemantauan, pelaporan dan penyusunan dokumen lingkungan sebagai bukti otentik penjaminan bahwa segala aktivitas Balai tidak mencemari dan aman bagi lingkungan.  (by.enny saswiyanti)