Kategori
Berita Terbaru

Peningkatan Kewaspadaan dan Pengendalian Penyakit Avian Influenza

Berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan nomor: 04041/PK.310/F111/2016 sebagai berikut:

Menindak-lanjuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sejak November 2016 hingga beberapa bulan ke depan diperkirakan akan terjadi perubahan cuaca ekstrim dan tidak menentu, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada menurunnya kondisi tubuh unggas dan meningkatnya kasus berbagai penyakit menular pada unggas, termasuk Avian Influenza (AI).

Guna mengantisipasi kemungkinan resiko tersebut dan meminimalisir kerugian ekonomi peternak unggas dan ancaman zoonosis bagi kesehatan masyarakat, maka diinstruksikan kepada seluruh jajaran kesehatan hewan di lapangan seluruh indonesia agar meningkatkan tindakan pelayanan kesehatan hewan antara lain sebagai berikut :

  1. Meningkatkan penyuluhan dan himbauan kepada masyarakat dan peternak unggas agar segera melapor kepada petugas kesehatan hewan terdekat bila menemukan adanya unggas sakit atau mati mendadak dengan menerapkan i-SIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional Terintegrasi)
  2. Segera merespon laporan masyarakat dengan melakukan tindakan 3 Cepat (Deteksi cepat menggunakan uji cepat, Lapor cepat mengginakan i-SIKHNAS/SMS Gateway dan Respon cepat tindakan pengendalian penyakit sesuai SOP)
  3. Meningkatkan pembinaan dan pendampingan peternak untuk menerapkan tindakan Biosekuriti guna mencegah masuknya kuman penyakit ke dalam suatu peternakan unggas. Pada peternakan unggas komersial skala kecil dan menengah dengan menerapkan Biosekuriti 3 Zona sebagai model percontohan biosekuriti sederhana, hemat, praktisi dan efektif.
  4. Meningkatkan pembinaan dan pendampingan peternak untuk menerapkan vaksinasi AI pada unggas komersial terutama pada wilayah risiko tinggi AI dengan menerapkan prinsip Vaksinasi AI 3 Tepat (Tepat vaksin, Tepat program ulangan dan Tepat tekhnik vaksinasi). Vaksinasi AI pada itik, dianjurkan menggunakan Vaksin Subtipe H5N1 clade 2.3.2. Vaksinasi pada unggas ayam petelur agar menggunakan vaksin AI yang menggunakan clade 2.1.3 atau clade 2.3.2 atau vaksin AI kombinasi clade 2.1.3 dan clade 2.3.2 produksi normal.
  5. Meningkatkan pembinaan penerapan sanitasi pada sepanjang rantai pemasaran unggas guna memutus rantai penyebaran virus dan meminimalisir risiko penularan ke masyarakat umum.
  6. Menghimbau kepada warga masyarakat agar membiasakan menerapakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain selalu menggunakan masker saat menangani unggas hidup/mati dan sesudahnya mencuci kaki dan tangan dengan air dan sabun agar tercegah dari penularan Flu Burung.
  7. Balai Besar Veteriner (BBV) dan Balai Veteriner (BV) agar meningkatkan kegiatan surveilans dan investigasi penyakit unggas bekerjasama dengan jajaran kesehatan hewan Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah kerjanya. Kegiatan Influenza Virus Monitoring (IVM) online harus lebih ditingkatkan dan bila terdapat kasus Suspek atau positif Flu Burung pada manusia agar melakukan investigasi terpadu dengan jajaran kesehatan manusia.
  8. Guna lebih terjaminnya bibit unggas yang sehat dan bebas AI, maka dalam pengadaan Anak Ayam (Day Old Chick/D.O.C) dihimbau berasal dari Kompartemen Breeding Farm yang telah memiliki Sertifikat Bebas AI. Diinformasikan bahwa sampai dengan januari 2016 telah diterbitkan Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan tentang Perusahaan Peternakan Unggas yang telah memperoleh Sertifikat Kompartemen Bebas AI.