Pentingnya Pendekatan Manajemen Personality untuk mensukseskan UPSUS SIWAB (#Gangrep Part I)

Sampai dengan saat ini kita kegiatan upsus siwab dalam pandangan sebagian besar orang hanya identik dengan melakukan palpasi perektal dan Inseminasi Buatan (IB).  Oleh karena itu ketika kelapangan yang kita tuju adalah ternaknya dan bagaimana kondisinya.  Hal tersebut tidaklah salah, tetapi jika hanya itu yang kita kerjakan maka tingkat keberhasilan kita akan rendah.  Karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa faktor utama dari keberhasilan kegiatan adalah bagaimana meningkat partisipasi peternak dan lingkungan sehingga dapat mendukung program atau kegiatan yang kita laksanakan.

Perlu leadership veteriner untuk berkomunikasi dengan peternak, ketua kelompok, tokoh masyarakat, lingkungan sehingga dapat berpartisipasi aktif untuk mengetahui kondisi ternaknya.  Ketika kita sampai di peternak, jangan hanya mencari sapi yang endometritis atau hipofungsi saja.  Akan sangat sulit karena mungkin saja leleran tidak teramati atau sapi birahi tidak terdeteksi.

Untuk teman – teman di Pulau Jawa dengan peternakan yang intensif, target gangrep relatif lebih mudah diperoleh,  dengan metode pendekatan leadership, transfer power dan komunikasi non verbal.  Peternak, ketua kelompok ternak, pengurus kelompok ternak dan lain – lain relatif lebih tahu kondisi ternaknya yang post partum, estrus tidak normal, EPP panjang,  estrus tidak teratur.  Oleh karena itu ketika ke lapangan kita juga harus akrab dengan mereka.  Petugas lapangan yang mengejar sapi, palpasi perektal, nyuntik akan kalah dengan petugas yang mengkombinasikan keterampilannya dengan metode partisipatif dan pendekatan personal.  Sambil ngopi, ngobrol dan menggali informasi.  Tinggal minta dikumpulkan atau ditunjukan ternak yang sudah terseleksi dengan sendirinya sesuai kebutuhan kita.  Selain itu perlu juga dipelihara hubungan baik dengan peternak seperti melayat, menjenguk yang sakit.  Komunikasi non formal 97% lebih efektif dari komunikasi formal melalui media surat menyurat.

Touch their heart.  Kita sering melupakan pedekatan personal dan menjadikan peternak adalah bagian dari kita.  Sehingga sering terlihat kita lelah ngejar sapi, memeriksa dan mengobati sementara si peternak tidak perduli dan hanya duduk manis menonton. Dengan kata kunci pembuka seperti “nyuwun sewu”, “mohon dibantu”, “matur nuwun” atau lainnya sebagai bukti kerendahan hati sehingga dapat membuka hati orang lain.  Inilah kunci keberhasilan, touch their heart.

Note Path kultum gangrep siwab #1

Artikel ditulis berdasarkan diskusi dan pencerahan dari Drh. Agung Budiyanto, PhD di grup AMERVI dan Gangrep Sumsel Babel

 

BERITA TERKINI