PENYAKIT AFRICAN SWINE FEVER (ASF)

Sumber :  Kementan

African Swine Fever (ASF) adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 % sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Virus ASF sangat tahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.

ASF tidak berbahaya bagi manusia dan bukan masalah kesehatan masyarakat. ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis), jadi produk babi dipastikan tetap aman untuk konsumsi.

Tanda-tanda Klinis ASF

–      Kemerahan di bagian perut, dada dan scrotum

–      Diare berdarah

–      Berkumpul bersama dan kemerahan pada telinga

–      Demam (41 derajat Celsius), Konjungtivitis, anoreksia, ataksia, paresis, kejang, kadang2 muntah, diare atau sembelit

–      Pendarahan Kulit Sianosis

–      Babi menjadi tertekan, telentang, kesulitan bernapas, tidak mau makan.

ASF dapat menyebar melalui :

–      Kontak langsung

–      Serangga

–      Pakaian

–      Peralatan peternakan

–      Kendaraan

–      Pakan yang terkontaminasi 

Untuk babi yang terkena penyakit ASF, isolasi hewan sakit dan peralatan serta dilakukan pengosongan kandang selama 2 bulan.

Untuk babi yang mati karena penyakit ASF dimasukkan ke dalam kantong dan harus segera dikubur oleh petugas untuk mencegah penularan yang lebih luas.

Tidak menjual babi/ karkas yang terkena penyakit ASF serta tidak mengkonsumsinya.

Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk pencegahan penyakit ASF.

Penyakit ini merupakan ancaman bagi populasi babi di Indonesia yang mencapai kurang lebih 8,5 juta ekor

Berdasarkan kajian analisa risiko, ada beberapa faktor yang menyebabkan masuknya ASF ke Indonesia diantaranya melalui

–      pemasukan daging babi dan produk babi lainnya,

–      sisa-sisa katering transportasi intersional baik dari laut maupun udara,

–      orang yang terkontaminasi virus ASF

–      kontak dengan babi di lingkungannya. 

Langkah strategis utama dalam mencegah terjadi ASF adalah melalui penerapan biosekuriti dan manajemen peternakan babi yang baik serta pengawasan yang ketat dan intensif  untuk daerah yang berisiko tinggi

Investigation ASF

Handouts Module 2 Clinical Diagnosis

Prevention and Biosecurity ASF

Response and Control Measure ASF

BERITA TERKINI