Penyakit Avian Influenza

Avian influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza termasuk dalam keluarga Orthomyxoviridae yang menyerang unggas, bersifat zoonosis dan angka kematian sangat tinggi dapat mencapai 100%. Virus AI dibagi kedalam sub tipe berdasarkan permukaan Haemaglutinin (HA) dan Neuramidase (NA) ada 16 sub tipe HA dan 9 jenis NA.

Gejala klinis :
1. Jengger, pial, kelopak mata, telapak kaki dan perut yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan.
2. Perdarahan pada kaki berupa bintik-bintik merah (ptekhie).
3. Mengeluarkan cairan dari mata dan hidung.
4. Pembengkakan pada muka dan kepala.
5. Diare, nafsu makan menurun.
6. Batuk, bersin dan ngorok.
7. Penurunan produksi telur, kerabang telur lembek.
8. Gangguan syaraf, tortikolis, lumpuh dan gemetaran.
9. Kematian terjadi dengan cepat.

Patologi anatomi :
Pada saat nekropsi (bedah bangkai) yang terlihat adalah perdarahan umum, edema, hiperemi atau ptekhie pada hampir seluruh bagian tubuh, kondisi ini sangat sulit dibedakan dari ND ganas. Selain itu ditemukan edema subkutan. Perubahan pada saat nekropsi mungkin sangat bervariasi sejalan dengan umur, spesies, dan patogenisitas virus, akan tetapi lesi tipikal dapat berupa :
1. Edema subkutan pada daerah kepala dan leher.
2. Kongesti dan ptekhie konjunctiva.
3. Trakea dilapisi mukus atau haemoragik.
4. Kongesti dan timbunan urat dalam ginjal.
5. Ptekhie pada proventrikulus, tembolok, usus, lemak abdominal dan peritoneum.
6. Ovarium pada ayam petelur terlihat hemoragik atau nekrotik, kantung telur terisi dengan kuning telur yang ruptur sehingga sering terlihat adanya peritonitis dan peradangan pada kantung udara.
7. Sering pada ayam muda yang mati perakut terlihat adanya dehidrasi dan kongesti otot yang parah.

Diagnosa banding :
Tetelo (New Castle Disease), Infectious Laryngotrachaetis (ILT), Infectious Bronchitis (IB), Fowl cholera, E. Coli.

sumber: http://keswan.ditjennak.go.id

BERITA TERKINI