Penyakit Bali Ziekte

Pada saat musim kemarau kejadian penyakit balizikte sering terjadi pada sapi bali , hal ini terjadi akibat ketidaksengajaan peternak sapi bali   memberikan tanaman  Lantana camara /kerasi / tembelekan, tanaman ini menimbulkan reaksi alergi  hipersensitivitas.

Penyebab

Timbulnya kerusakan kulit ini akibat keracunan tumbuhan seperti Medicago, Lantara camara, Hypericium.  Tanaman ini mengandung Lantadane-A yang bersifat hepatotoksik, keracunan lantana ini menimbulkan intrahepatic choeleostatsis sehingga phylloerythrin yang seharusnya dikeluarkan di saluran empedu menjadi tertahan, sehingga menimbulkan photosensitisasi dan kulit menjadi semakin peka terhadap sinar matahari (Sharma 2013).

Gambar 1. Lantana camara/kerasi/tembelekan

Gejala

Beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit ini diantaranya

  • Demam,
  • Anemia
  • Peradangan pada daerah hidung
  • Kerusakan kulit berupa eksim (biasanya terjadi secara simetri).
BALI ZIEKTE
Gambar 2. Dua ekor sapi yang menunjukan gejala Baliziekte, terlihat kerusakan kulit berupa eksim yang kering kemudian mengelupas. Luka –luka tersebut muncul secara simetris.

Pencegahan dan Pengendalian

Pencegahan dilakukan dengan tidak memberi pakan yang menyebabkan  photosensitisasi  (Medicago, Lantara camara, Hypericium).  Sedangkan penanganan sapi yang terlanjur terkena baliziekte dihindarkan dari sinar matahari, pada kulit yang terserang dapat diberikan salep zinc oksida, untuk mecegah terjadinya infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik, menurut Baktir (1988)  arang aktif juga dapat diberikan untuk pencegahan absorbsi toxin, pemberian air minum yang banyak. Pemberian pakan detoksikasi seperti rambutan dan mentimun, dengan dosis 3 kg rambutan/mentimun + 3 sendok makan untuk sapi dewasa dengan berat 125 kg sampai 200 kg selama 3 hari berturut-turut, atau air kelapa dengan dosis 5 butir kelapa (Johan Purnama dalam http://www.fao.org/tc/spfs/indonesia/detail_en.asp?id=958).

302178_2146705431517_344203933_n

Penulis: drh. Gunawan Setiaji (Medik Veteriner Lab. Epidemiologi Balai Veteriner Lampung)

BERITA TERKINI