Kategori
Penyakit Hewan

Penyakit Rabies

Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus, bersifat akut, menyerang sistem syaraf pusat sehingga penyebab hewan menjadi tidak terkontrol (gila). Semua hewan mamalia, anjing, kucing, kera, sapi, kelelawar dapat tertular rabies. Penyaki ini bersifat zoonosa sehingga dapat menular ke manusia.

Gejala klinis :
Hewan tertular rabies dapat menunjukkan tanda-tanda rabies ganas dan rabies tenang.
Tanda-tanda rabies ganas diantaranya tidak lagi menurut perintah pemilik, air liur berlebih (hipersalivasi), hewan menjadi ganas menyerang atau menggigit apasaja yang ditemui, ekor dilengkungkan dibawah perut diantara dua paha, kejang-kejang kemudian lumpuh. Biasanya mati setelah 4-7 hari sejak timbul gejala, atau paling lama 14 hari setelah menggigit.
Tanda-tanda rabies tenang antara lain bersembunyi ditempat gelap dan teduh, kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tidak terlihat, kelumpuhan, tidak mampu menelan, mulut terbuka dan air liur keluar berlebihan. Kematian terjadi dalam waktu singkat.

Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus, bersifat akut, menyerang sistem syaraf pusat sehingga penyebab hewan menjadi tidak terkontrol (gila). Semua hewan mamalia, anjing, kucing, kera, sapi, kelelawar dapat tertular rabies. Penyaki ini bersifat zoonosa sehingga dapat menular ke manusia.

Gejala klinis :
Hewan tertular rabies dapat menunjukkan tanda-tanda rabies ganas dan rabies tenang.
Tanda-tanda rabies ganas diantaranya tidak lagi menurut perintah pemilik, air liur berlebih (hipersalivasi), hewan menjadi ganas menyerang atau menggigit apasaja yang ditemui, ekor dilengkungkan dibawah perut diantara dua paha, kejang-kejang kemudian lumpuh. Biasanya mati setelah 4-7 hari sejak timbul gejala, atau paling lama 14 hari setelah menggigit.
Tanda-tanda rabies tenang antara lain bersembunyi ditempat gelap dan teduh, kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tidak terlihat, kelumpuhan, tidak mampu menelan, mulut terbuka dan air liur keluar berlebihan. Kematian terjadi dalam waktu singkat.

TANYA JAWAB SEPUTAR RABIES
 
T:   Apa itu Rabies?
J : Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies yang dapat menyerang hewan berdarah panas (anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar) dan manusia.
T: Mengapa rabies sangat ditakuti?
J: Karena Rabies bersifat zoonotik, yang dapat menular dari hewan ke manusia, bila sudah menyerang biasanya selalu berakhir dengan kematian.
T: Bagimana virus rabies dapat ditularkan ke manusia atau hewan lainnya?
J: Virus rabies ditemukan dalam jumlah banyak pada air liur hewan yang menderita rabies Penularan dapat melalui gigitan atau jilatan pada luka terbuka atau mukosa, dapat juga karena menghirup udara yang tercemar virus rabies.
T: Berapa lama masa inkubasi (waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala penyakit) Rabies?
J: Biasanya gejala rabies muncul 30-50 hari setelah terinfeksi. Pada anjing 10-14 hari tetapi bisa mencapai 9 bulan pada manusia.
 
 
TANDA-TANDA PENYAKIT RABIES PADA HEWAN
 
Gejala penyakit dikenal dalam 3 bentuk:
 
  1. Bentuk Ganas (hewan mati 2-5 hari setelah gejala).
  • Hewan menjadi penakut atau menjadi galak.
  • Senang bersembunyi di tempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif .
  • Tidak menurut perintah majikannya.
  • Nafsu makan hilang dan air liur meleleh tak terkendali.
  • Hewan akan menyerang benda yang ada disekitarnya & memakan barang, benda-benda asing seperti batu, kayu dsb.
  • Menyerang dan menggigit barang bergerak apa saja yang dijumpai.
  • Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan.
  • Ekor disisipkan diantara 2 (dua) paha.
  1. Bentuk Diam
  • Bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk
  • Kejang-kejang berlangsung sangat singkat, bahkan sering tidak terlihat.
  • Lumpuh, tidak dapat menelan, mulut terbuka.
  • Air liur keluar terus menerus (berlebihan).
  • Mati
  1. Bentuk Asymtomatis.
  • Hewan tidak menunjukkan gejala sakit.
  • Hewan tiba-tiba mati.
 

TANDA-TANDA PENYAKIT RABIES PADA MANUSIA:
  • Pada manusia yang penting diperhatikan adalah riwayat gigitan dari hewan seperti anjing, kucing dan kera.
  • Dilanjutkan dengan gejala-gejala nafsu makan hilang, sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual/muntah-muntah.
  • Pupil mata membesar, bicara tidak karuan, selalu ingin bergerak dan nampak kesakitan.
  • Adanya rasa panas (nyeri) pada tempat gigitan dan menjadi gugup.
  • Rasa takut yang sangat pada air, peka terhadap suara keras, cahaya dan angin/udara.
  • Air liur dan air mata keluar berlebihan.
  • Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan dan akhirnya meninggal dunia.
Biasanya penderita akan meninggal 4-6 hari setelah gejala klinis.
 
LANGKAH YANG PERLU DILAKUKAN APABILA DIGIGIT ANJING:
 
  1. Mencuci luka gigitan dengan sabun atau dengan deterjen selama 5-10 menit dibawah air mengalir/diguyur. Kemudian luka diberi alkohol 70% atau Yodium tincture. Setelah itu pergi secepatnya ke Puskesmas atau Dokter yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan sementara sambil menunggu hasil dari rumah observasi hewan.
  2. Laporkan kepada petugas Dinas Peternakan setempat tentang kasus penggigitan tersebut.
  3. Hewan yang menggigit dikirim ke rumah observasi hewan Dinas Peternakan untuk diobservasi dan diperiksa kesehatannya selama 10 – 14 hari.
  4. Bila hewan yang menggigit tidak diketahui atau tidak dapat ditemukan, maka orang yang tergigit harus dibawa ke rumah sakit khusus infeksi.
 
TINDAKAN TERHADAP HEWAN YANG MENGGIGIT:
 
  1. Bila hewan tersebut adalah hewan peliharaan atau ada pemiliknya, maka hewan tersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. Bila hasil observasi negatif Rabies maka hewan tersebut harus mendapat vaksinasi Rabies sebelum diserahkan kembali kepada pemiliknya.
  2. Bila hewan yang menggigit adalah hewan liar (tidak ada pemiliknya) maka hewan tersebut harus diusahakan ditangkap hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan setelah masa observasi selesai hewan tersebut dapat dimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan, setelah terlebih dahulu diberi vaksinasi Rabies.
  3. Bila hewan yang menggigit sulit ditangkap dan terpaksa harus dibunuh, maka kepala hewan tersebut harus diambil dan segera diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium atau langsung ke BPPV Reg. III.
 
Tindakan Terhadap Anjing , Kucing, atau Kera Yang Dipelihara
 
  1. Menempatkan hewan peliharaan dalam kandang yang baik dan sesuai dan senantiasa memperhatikan kebersihan kandang dan sekitarnya.
  2. Menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan memberikan makanan yang baik, pemeliharaan yang baik dan melaksanakan Vaksinasi Rabies secara teratur setiap tahun ke Dinas Peternakan atau Dokter Hewan Praktek