Penyakit SEPTICHAEMIA EPIZOOTICA ( SE )

Penyakit Ngorok, Septicemia Hemorrhagica, Hemorrhagic Septicemia, Barbone
APA ITU SE?
SE adalah penyakit menular terutama pada Sapi, Kerbau, Babi dan kadang-kadang pada Domba, Kambing dan Kuda. Selain itu dapat juga menjangkiti Gajah dan Rusa. SE disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida.
.
BAGAIMANA PROSES PENULARANNYA?
Infeksi berlangsung melalui saluran pencernaan dan pernapasan. Cekaman pada ternak merupakan predisposisi untuk terjangkitnya penyakit.
Sapi atau kerbau yang terlalu bayak dipekerjakan, pemberian pakan yang berkualitas rendah, kandang yang penuh dan berdesakan, kondisi pengangkutan yang melelahkan, kedinginan dan keadaan anemia dapat memicu terjadinya infeksi.
BAGAIMANA TANDA HEWAN YANG TERKENA SE ?
Penderita penyakit SE ditandai antara lain :
  • Kondisi tubuh lesu dan lemah.
  • Suhu tubuh meningkat dengan cepat diatas 41ºC.
  • Tubuh gemetar, mata sayu dan berair.
  • Selaput lendir mata hiperemik (kemerahan)
  • Nafsu makan, memamah biak, gerak rumen dan usus menurun sampai hilang disertai konstipasi.
  • Pada bentuk busung, terjadi busung pada kepala, tenggorokan, leher bagian bawah, gelambir dan kadang kadang pada kaki muka. Derajat kematian bentuk ini dapat mencapai 90 % dan berlangsung cepat (3 hari – 1 minggu). Sebelum mati, hewan terlihat mengalami gangguan pernapasan, sesak napas (dyspneu), suara ngorok dengan gigi gemeretak. Setelah mati, dari mulut kerbau itu keluar cairan seperti air ludah dan penyebarannya sangat cepat ke ternak kerbau lainnya
  • Pada bentuk pektoral, tanda tanda bronchopnemoni lebih menonjol. Mula mula bentuk kering dan nyeri diikuti keluarnya ingus, pernapasan cepat dan susah. Pada bentuk ini proses penyakit berlangsung lebih lama (1 – 3 minggu).
  • Penyakit yang berjalan kronis, hewan menjadi kurus dan sering batuk,nafsu makan terganggu dan terus menerus mengeluarkan air mata, suhu badan normal tetapi terjadi mencret bercampur darah.
  • Morbiditasnya tinggi, sedangkan mortalitasnya dapat mencapai 10%.
 
BAGAIMANA MENCEGAH PENYAKIT SE?
  • Pada daerah bebas SE perlu peraturan yang ketat terhadap pemasukan ternak kedaerah tersebut.
  • Bagi daerah tertular, dilakukan vaksinasi terhadap ternak yang sehat dengan vaksin oil adjuvant. Sedikitnya setahun sekali dengan dosis 3 ml secara intramuskuler. Vaksinasi dilakukan pada saat tidak ada kejadian penyakit.
  • Langkah untuk pengendalian SE antara lain: karantina yang ketat bagi lalu lintas hewan, isolasi hewan sakit, dan disinfeksi
 
 
APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA ADA KASUS SE ?
Pengobatan:
Pengobatan penyakit SE dapat diberikan antibiotika sebagai berikut :
  • Oxytetracycline dengan dosis 50 mg/10 Kg BB (sapi, kerbau), 50 mg/5 Kg BB (kambing, domba).
  • Streptomycin dengan dosis 5 –10 mg/Kg BB (sapi, kerbau), 50 – 100 mg/Kg BB (kambing, domba}.
  • Sulphadimidine (Sulphamezathine): 2 gram/30 Kg BB.
 
PERLAKUAN HEWAN YANG TERKENA SE?
  • Ternak yang terserang penyakit dapat dipotong dan dagingnya dapat dikonsumsi dibawah pengawasan Dokter Hewan/ petugas kesehatan hewan. Jaringan yang terserang terutama paru paru dimusnahkan dengan dibakar atau dikubur. Semua pakan dan minuman yang tercemar harus dimusnahkan dan wadahnya disucihamakan.
  • Laporkan kejadian kasus ke Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium atau ke BPPV Reg. III. Sampel yang dapat dikirim berupa  organ (pencernaan dan pernafasan) dan serum darah.

BERITA TERKINI