Kategori
Artikel Berita Terbaru

Perkembangan Kasus Avian Influenza (AI) pada Unggas s/d 31 Oktober 2013

0254Laporan  Bulanan

Perkembangan Kasus Avian Influenza (AI) pada Unggas

Kondisi s/d 31 Oktober 2013

 

 

Laporan perkembangan kasus penyakit Avian Influenza (AI) pada unggas di Indonesia berdasarkan hasil Uji Cepat (Rapid Test) positif yang dilaporkan Tim PDSR (Participatory Disease Surveillance and Response) melalui SMS Gateway sampai dengan kasus per 31 Oktober 2013 sebagai berikut :

 

  1. 1.         Kasus AI pada unggas selama bulan Oktober 2013 (1-31 Oktober  2013)
    1. a.         Jumlah kasus AI sebanyak 16 kasus di 16 desa (diantara 76.613 desa se-Indonesia) pada 13 Kab/kota di 6 Provinsi, yakni:

1)      Jawa Barat 5 Kasus (Bekasi, Kota Depok, Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya)

2)      Riau 4 kasus (Bengkalis, Kampar dan Dumai),

3)      Lampung 4 kasus (Lampung Selatan, Pesawaran dan Tulang Bawang Barat),

4)      Jawa Tengah 1 kasus (Semarang)

5)      Kepulauan Riau 1 kasus (Lingga)

6)      Sulawesi Selatan 1 kasus (Makassar)

Lihat Lampiran-1

 

  1. b.        Menyebabkan kematian unggas sebanyak 1.326 ekor, terdiri dari 1.226 ekor ayam kampung dan 100 ekor itik.

 

c.     Khusus berkaitan perkembangan meningkatnya kematian itik akibat kasus AI berikut hasil rekapitulasi jumlah kematian itik sejak bulan September 2012 s/d 31 Oktober 2013 sebanyak 333.635 ekor di 107 kab/kota pada 18 provinsi yakni:

(sumber data SMS Gateway, Laporan Dinas Peternakan Provinsi dan BBV/BPPV, Rekapitulasi data s/d 31 Oktober 2013).

Lihat Lampiran-2, Lampiran-3 dan Lampiran-4.

                                               

  1. 2.        Keterkaitan dengan Kasus Flu Burung pada manusia dalam bulan Oktober 2013.

Tidak ada kasus Flu Burung pada manusia (Sumber Kemenkes)

 

  1. 3.         Perkembangan kasus AI pada unggas tahun 2006 s/d 2013

Sejak terjadinya wabah AI pada unggas di Indonesia yang dideklarasi pada bulan Januari 2004, kasus secara bertahap menurun cukup signifikan setiap tahun yakni th. 2007 = 2.751 kasus, th. 2008 = 1.413 kasus, th 2009 = 2293 kasus, th.2010 = 1502 kasus, th. 2011 = 1.411 kasus, th. 2012 = 546 kasus dan th. 2013 = 436 kasus.

Lihat Lampiran-5, Lampiran-6.

 

  1. 4.        Surveilans virus AI pada pasar unggas hidup

Guna mengetahui dinamika prevalensi virus AI pada berbagai sektor perunggasan, maka dilakukan surveilans virus AI melalui pengambilan sampel lingkungan dalam pasar tradisional yang diawakili oleh 260 pasar tradisional di wilayah Jabodetabek dan selanjutnya dilakukan uji lab untuk matrix influensa A dan PCR H5. Hasilnya lihat Lampiran-7

 

  1. 5.        Surveilans identifikasi virus AI A/H7N9

Dalam rangka antisipasi masuk dan menyebarnya virus AI A/H7N9 dari Cina atau negara tertular lainnya ke Indonesia, maka telah dilakukan pengambilan dan pengujian 864 sampel lingkungan di pasar unggas hidup terdiri dari Jabodetabek (534), Medan (148), Surabaya (146), Rawakepiting (36), hasilnya 33,7 % positif (+) matrix Influenza A, dan semua  (100 %) negatif (-) H7N9. Lihat Lampiran-8

 

  1. 6.         Strategi Pengendalian AI pada unggas

Dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kasus AI H5N1 (clade 2.1.3. dan 2.3.2.1) terkait perubahan cuaca global yang tidak menentu terutama tingginya curah hujan dan berkepanjangan pada musim kemarau di tahun 2013, maka telah diterbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 22037/PD.510/F/07/2013 tanggal 22 Juli 2013 tentang peningkatan kewaspadaan pengendalian AI pada unggas.

 

 

  1. 7.     Komunikasi Publik
    1. a.      Masyarakat/peternak yang mengetahui adanya unggas sakit/mati mendadak agar melapor melalui SMS ke Tim PDSR/Tim Respon Cepat setempat/daerah terdekat atau melalui SMS dan Call Center AI   Direktorat Kesehatan Hewan No. 08118301001
    2. b.      Informasi kasus AI pada unggas terkini di Indonesia dapat diakses  melalui website: keswan.ditjennak.deptan.go.id. atau

www.ditjennak.deptan.go.id

 

Jakarta, 8 November 2013.

Direktorat  Kesehatan Hewan

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kementerian Pertanian.