Perlunya Desain surveilans PMK di wilayah Indonesia

Surabaya – Sejumlah pejabat pusat dan daerah beserta staf dari Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian berkumpul di Surabaya dalam rangka membahas tentang Desain Surveilans Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan, Senin, 3/12/2018.

Workshop ini bertujuan untuk melakukan perancangan terhadap surveilans PMK di wilayah Indonesia karena diketahui bahwasanya sejak tahun 2016 adanya pemasukan daging kerbau dari daerah dari negara yang belum bebas PMK. Acara ini dihadiri oleh Narasumber (Prof. drh Bambang Sumiarto dan Dr. drh. Anak Agung) dalam kegiatan ini membahas tentang surveilans PMK yang akan dilakukan di tahun 2019.

Menurut Tri Guntoro, salah seorang peserta yang berasal dari Balai Veteriner Lampung yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Infovet Balai Veteriner Lampung menjelaskan bahwa dalam workshop kali ini merumuskan beberapa hal antara lain, tujuan surveilans sebagai deteksi dini, surveilans yang dilakukan harus berbasis risiko, Swill Feeding merupakan yang paling beresiko, Kombinasi surveilans (Pasif dan sindromik) untuk memperkuat sistem surveilans yang akan dilakukan, Analisis risiko diperlukan untuk mempertajam dalam melakukan penilaian risiko.

“Dengan demikian hasil yang didapat akan menjadikan dokumen dalam mempertahankan status bebas PMK,” jelasnya. (*)

 

BERITA TERKINI