Pola Kejadian Dan Faktor Risiko Penyakit Avian Influenza Pada Peternakan Rakyat di Provinsi Lampung

a1be2b949dd0947386bcd4eccad2ae46Kajian pola kejadian dan faktor risiko penyakit avian influenza (AI) dapat digunakan untuk menyusun program pengendalian dan pencegahan AI.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi hotspot area dan menganalisa pola kejadian AI dalam dimensi waktu dan ruang pada tahun 2010-2011, mengidentifikasi faktor risiko dan besaran risiko terhadap kejadian AI di peternakan sektor 4 provinsi Lampung. Data kasus AI diperoleh dari Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional 3 dan  Local Disease Crisis Center (LDCC) dan dianalisis menggunakan SatScan versi 9.1.1 dan divisualisasikan dalam bentuk peta menggunakan ArcGIS versi 9.3.1.  Selanjutnya, untuk mengidentifikasi faktor risiko dan hubungannya dengan kasus AI maka dilakukan penelitian epidemiologi observasional kasus kontrol.  Data diperoleh dari wawancara terstruktur menggunakan kuesioner di tiga kabupaten terpilih (Bandar Lampung, Metro dan Pesawaran).  Data dianalisis dengan tiga tahapan, yaitu: analisis univariat, analisis bivariat dengan chi-square, dan analisis multivariat dengan pendekatan regresi logistik. Seluruh analisis diproses menggunakan piranti lunak SPSS 16.0.  Hasil analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Pekalongan, Metro Barat, Metro Timur dan Metro Utara adalah kluster primer atau hotspot area dengan nilai risiko relatif (RR) 3.53. Adapun faktor risiko yang berasosiasi dengan kejadian AI adalah sistem perkandangan yang diumbar atau kombinasi dengan dikandangkan pada malam hari dengan odds ratio (OR) 14 (Selang Kepercayaan (SK): 3.23-60.75), asal bibit dari pasar unggas hidup OR 7.09 (SK: 1.76-28.59), unggas tidak diberi minum OR 21.79 (SK:3.56-133.27) dan biosekuriti yang buruk OR 47.98 (SK: 6.10-377.19).  Karena itu direkomendasikan bahwa Kecamatan Pekalongan, Metro Barat, Metro Timur dan Metro Utara menjadi daerah prioritas surveilans.  Penyusunan program pengendalian dan pencegahan AI diharapkan sesuai dengan faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian AI pada peternakan sektor 4 di Provinsi Lampung.

The study of pattern of occurance and risk factors of avian influenza (AI) outbreaks can be used in formulating AI prevention and control program.  The aims of this research were to detect the hotspot area and analyze pattern of AI outbreaks in dimensions of time and space during 2010–2011, identify risk factors associated with AI outbreaks on backyard poultry farm in Lampung Province.  The data of AI outbreaks were collected from Disease Investigation Center Region 3 (DIC Region 3) and Local Disease Crisis Center (LDCC) Lampung Province and were analyzed using SatScan version 9.1.1 and visualized using ArcGIS version 9.3.1. In addition, identification of risk factor associated with AI outbreaks was done using the Case Control Study of Observational Epidemiology. The data were collected by structured interviews in three selected districts (Bandar Lampung, Metro and Pesawaran).  Data analysis was carried out in three steps, consisting of univariate, bivariate with chi-square and multivariate analysis with logistic regression. All analysis was processed with SPSS 16.0. The result of analysis showed that subdistricts of Pekalongan, Metro Barat, Metro Timur and Metro Utara were most likely cluster or the hotspot area with relative risk (RR) values of 3.53. The risk factors which contributed to AI outbreaks in Lampung Province were raising poultry whereas free ranged or combined with caged at night with odds ratio (OR) values of 8.94 (confidence interval (CI):2.85-28.02), origins of poultry from live bird markets OR of 5.18 (CI:1.8-14.92) and fenced off <75 cm OR of 5.03 (CI:1.86-13.62). It is therefore recommended that subdistricts of  Pekalongan, Metro Barat, Metro Timur and Metro Utara become to priority of surveillance. Formulating AI prevention and control program must be affecting risk factors that assosiated with AI outbreaks on backyard poultry farm in Lampung Province. 

Velabo ditulis oleh: Enny , Sudarnika, Etih , Basri, Chaerul

 

download

 

 

BERITA TERKINI