Prinsip Dasar Manajemen Penyelidikan Outbreak

Gunawan Setiaji, Ferro R.S Sanjaya

Laboratorium Epidemiologi, Balai Veteriner Lampung

 

ABSTRAK

Penyelidikan outbreak  dilakukan dengan tujuan mengetahui sumber infeksi penularan, serta identifikasi faktor-faktor resiko yang berasosiasi dengan penyebaran penyakit. Tujuan ini dapat tercapai dengan melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang terinfeksi dan tidak terinfeksi serta  melakukan langkah-langkah yang terorganisir, sistematik dan tidak bias.

ABSTRACT

The main objective investigation of disease outbreak is to know the source of infection and risk factors identification that associated with the disease spreading. This could be achieving by examination of both affected and unaffected animals, by following a series systematic steps, organized assessment and an unbiased.

 

PENDAHULUAN

Untitled-21 copyDasar penyelidikan outbreak  suatu penyakit adalah memahami bahwa suatu penyakit tidak terjadi secara acak, secara umum kejadian suatu penyakit menujukkan suatu pola (pattern), yang meliputi temporal, spatial dan berhubungan dengan karakteristik suatu hewan. Dengan memahami pola penyakit yang berkaitan dengan faktor resiko yang potensial, maka pengendalian dan pencegahan penyakit dimasa yang akan datang penyakit dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

 Pada saat melakukan penyelidikan outbreak, terkadang  hanya dilakukan pengambilan sampel untuk mengetahui sumber infeksi, sedangkan faktor-faktor resiko yang memungkinkan tidak diketahui,  Beberapa faktor dapat berpengaruh terhadap penyelidikan penyakit diantaranya : kombinasi agen infeksius atau toksik, kekebalan kelompok dan individu, umur, lalulintas hewan serta lingkungan (Kane et al, 1999). Tulisan ini secara sistematik akan menjelaskan dasar-dasar manajemen penyelidikan outbreak, yang bertujuan memberikan rekomendasi pengendalian dan pencegahan outbreak.  Penyelidikan outbreak dilakukan dengan alasan sebagai berikut :………………………………..

download

Velabo Edisi Desember 2013

BERITA TERKINI