Kategori
Artikel Berita Terbaru

Profesionalisme Meningkat, Peternak SPR Mesuji Berdaulat

SPR2

Sentra Peternakan Rakyat (SPR) merupakan kawasan tertentu dimanapun berada (dua desa atau lebih dari dua desa) yang minimal terdapat 1.000 ternak indukan dan maksimal 100 ternak pejantan pemacek. Baik ternak indukan maupun pejantan, dimiliki dan dipelihara oleh peternak yang juga memiliki sumberdaya alam untuk kebutuhan hidup ternak (air dan bahan pakan) dengan cara mengorganisir pengelolaan ternak-ternak milik rakyat ke dalam satu kawasan dan satu manajemen untuk terciptanya populasi ternak berencana.

SPR dibentuk oleh peternak yang didukung pemerintah dan pihak lainnya (seperti: akademisi. Ada beberapa tipe SPR, yaitu : SPR ekstensif, SPR terintegrasi dan SPR intensif. Pada SPR Mesuji ini pemeliharaan ternak telah dilaksanakan dengan baik dan merupakan kombinasi SPR terintegrasi dan intensif. Sebagian besar peternak memelihara ternak dengan dikandangkan secara intensif dan sebagian lagi terintegrasi dengan perkebunan sawit.

Pada SPR Mesuji kebutuhan ternak seperti air dan bahan baku pakan relatif tersedia akan tetapi perlu peningkatan pengetahuan pengelolaan pakan dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti pemanfaatan bungkil sawit, jerami, dedak dan lain – lain sehingga pakan dapat tahan lama dan berkualitas. Pengetahuan dan manajemen pengelolaan peternakan, pengenalan penyakit hewan menular dan penyakit gangguan reproduksi juga perlu lebih ditingkatkan sebagai bekal untuk mengelola peternakan menjadi lebih baik dan profesional. Pengelolaan manajemen peternakan secara komunal dan profesional inilah yang menjadikan peternak berdaulat dan memiliki posisi tawar yang tinggi. Dan SPR Mesuji walaupun belum sampai pada tahap itu telah berjalan menuju kearah yang menjadikan peternak yang berdaulat.

Dalam perjalanan untuk menjadi peternak yang profesional inilah maka perlu bimbingan teknis untuk menambah pengetahuan dan keterampilan peternak dan petugas lapangan pendamping peternak. Bvet Lampung sebagai UPT Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang berperan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular ikut berperan serta dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dan petugas lapangan pendamping peternak.   Oleh karena itu dilaksanakan bimbingan teknis kepada peternak SPR dan petugas pendamping (Penyuluh, inseminator dan petugas kesehatan lapangan). Kegiatan bimtek ini merupakan didahului dengan kegiatan surveilans penyakit hewan menular di SPR Mesuji. Berdasarkan hasil surveilans diperoleh profil tentang PHM diwilayah tersebut yang dijadikan bahan dari narasumber untuk memberikan rekomendasi dan saran tentang yang perlu ditingkatkan dalam pengelolaan dan manajemen kesehatan hewan dan reproduksi ternak yang ada di SPR Mesuji.

Kegiatan bimtek ini diikuti kurang lebih 120 orang peserta, dilaksanakan tanggal 19 – 20 November 2015. Dengan mengundang pakar narasumber dari UGM, IPB dan Unsri. foto SPRMateri yang diberikan adalah teori dan praktek yaitu pengolahan pakan berbasis sumberdaya lokal, pengelolaan peternakan, pengenalan penyakit hewan menular dan penyakit gangguan reproduksi terutama pertolongan pertama kepada ternak sebelum mendapat penanganan dari petugas kesehatan hewan.   Untuk petugas pendamping seperti penyuluh, inseminator dan petugas kesehatan hewan diberikan materi tambahan khusus terkait keterampilan diagnosa penyakit gangguan reproduksi dan diagnosa kebuntingan sehingga diharapkan penyakit dapat terdeteksi secara dini dan dapat ditangani dengan segera dan baik.

Bimtek ini hanyalah setitik tetesan ilmu dalam samudra khasanah ilmu pengetahuan yang maha kuasa. Semoga dapat bermanfaat tidak hanya pengetahuan peternak SPR Mesuji meningkat dan menjadi peternak yang berdaulat tetapi bagaimana bisa berkelanjutan dan menjadi viral bagi kemajuan peternakan itulah yang utama. Semoga.

penulis; drh Enny Saswiyanti M.Si (Kasubbag Tata Usaha Balai Veteriner Lampung)