Kategori
Berita Terbaru

Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional

ikhsanUntuk menguatan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional maka manajemen sistem Informasi kesehatan hewan merupakan hal terpenting yang perlu ditingkatkan dan diperkuat. Salah satu penguatan manajemen informasi kesehatan hewan adalah dengan melakukan tinjauan sistem informasi kesehatan hewan melalui kegiatan studi lapangan untuk mengukur beberapa aspek dalam sistem informasi kesehatan hewan itu sendiri.

Tinjauan tersebut sering dilatarbelakangi oleh permasalahan yang selama ini terjadi diantarannya adalah sistem pengolahan data yang terpisah mengingat selama ini sistem pelaporan kejadian penyakit dapat berasal dari berbagai sumber, seperti Isikhnas yang merupakan sistem pelaporan kejadian penyakit yang berasal dari provinsi dan kabupaten, sedangkan infolab merupakan sistem pelaporan hasil kegiatan surveilans penyakit hewan dan pengujian yang dilakukan oleh BBVet dan Bvet di wilayah kerja regional.

Semua permasalahan diatas merupakan tantangan yang harus diatasi bersama sebagai upaya dalam memperkuat Sistem Kesehatan Hewan Nasional. Dengan kemajuan teknologi informasi sekarang ini masyarakat semakin menyadari perlunya informasi seiring dengan semakin banyaknya akses luas komputer dan perangkat telephon genggam serta jaringan internet yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi secara cepat dan akurat. Sehingga perlu dibangunnya manajemen informasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan standar data nasional yang selama ini telah ada, serta membangun keahlian yang diperlukan dalam menggunakan sistem informasi terpadu secara nasional.

Kegiatan sinkronisasi Infolab dan Isikhnas yang dilaksanakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 16-19 September 2014 diharapkan dapat mendukung penguatan manajemen informasi kesehatan hewan dengan memadukan sistem pelaporan kejadian penyakit ke dalam sistem data yang terintegrasi yang dapat diakses dengan cepat (integated Sistem Infromasi Kesehatan Hewan Nasional). Ke depan diharapkan juga dengan terwujudnya sinkronisasi infolab dan Isikhnas, masing-masing BBVet maupun Bvet mampu menyediakan informasi kesehatan hewan yang cepat, sahih dan akurat sebagai upaya dalam rangka mendukung peningkatan program-program pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit menular strategis (PHMS) di Indonesia senada dengan yang disampaikan Direktur Kesehatan Hewan yang dalam hal ini diwakili oleh Kasubdit P2H drh. M. Syibli.

Laporan drh Tri Guntoro, MP