Kategori
Berita Terbaru

Sumatera Bebas Rabies 2015

rabies bebasMEDAN – SUMUT : Dalam rangka mencapai Sumatera Bebas Rabies 2015, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pemerintah Propinsi Sumatera Utara melaksanakan Rapat Koordinasi Rabies Terpadu Sumatera pada tanggal 24 – 26 September 2013. Acara ini merupakan koordinasi kali ketiga yang diadakan secara rutin setiap tahunnya untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan pengendalian rabies di Sumatera.

 Dalam kesempatan ini, Direktur Kesehatan Hewan, Drh. Pudjiatmoko,  memberikan arahan sekaligus membuka pertemuan secara resmi. Dalam arahannya Direktur Kesehatan Hewan memberikan penekanan rabies sebagai salah satu penyakit zoonosis utama pada manusia dan hewan, sehingga pemberantasannya menjadi tanggung jawab seluruh instansi kesehatan baik kesehatan manusia maupun kesehatan hewan melalui konsep One Health.

 Indonesia menghadapi rabies sejak 24 tahun yang lalu dan saat ini daftar wilayah tertular dilaporkan semakin banyak. Penyebaran rabies sejak Bali terinfeksi pada tahun 2008, kemudian menyebar di wilayah Indonesia Bagian Timur seperti Pulau Nias, Pulau Larat, Pulau Dawera dan Pulau Babar. Dilaporkan terdapat 168 kasus gigitan pada manusia dalam kurun waktu 2008 – 2012.

 Tercatat 5 propinsi di Indonesia yang berstatus bebas rabies secara historis, yaitu Papua, Papua Barat, NTB, Bangka Belitung dan Riau. Sementara propinsi lainnya yang telah dinyatakan bebas adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan DKI Jakarta, sehingga total jumlah Propinsi yang bebas rabies di Indonesia adalah 9 Propinsi.

 Dalam pencapaian Sumatera Bebas Rabies 2015, Pemerintah Daerah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat telah membentuk suatu pedoman road map pemberantasan rabies di Sumatera, yang pelaksanaannya di evaluasi setiap tahun. Koordinasi juga bertujuan membentuk rencana kerja yang sinergis serta meningkatkan peran serta instansi terkait seperti Dinas Kesehatan setempat. Strategi penanganan rabies di Sumatera mengadopsi keberhasilan penanganan rabies di Bali, diantaranya melalui vaksinasi masal, advokasi regulasi daerah, surveilans pasca vaksinasi, pengawasan lalu lintas HPR, kontrol populasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dengan metode Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

Bersamaan dengan acara Koordinasi Rabies Regional Sumatera, dilakukan penandatanganan dokumen kerjasama (Memorandum of Agreement) antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan LSM Global Alliance for Rabies Control (GARC) sebagai organisasi nir laba yang fokus membantu pemberantasan rabies di dunia. Kerjasama bertujuan untuk penanganan dan pemberantasan rabies di Pulau Nias, dengan mengadopsi strategi yang telah berhasil dilakukan di Pulau Bohol, Philiphina. Strategi tersebut akan diterapkan dengan melihat kesamaan geografis dan kultur masyarakat di Pulau Nias dan Pulau Bohol. (©Megawaty, Bagian Perencanaan, ditjennak keswan)

sumber: http://ditjennak.deptan.go.id/berita-414-sumatera-bebas-rabies-2015.html