Surveilans Jembrana, Bvet Lampung ‘sisir’ Tulang Bawang

Dalam rangka kegiatan rutin surveilans dan monitoring penyakit jembrana, Balai Veteriner Lampung menugaskan paramedik veterinernya yaitu Ediwan untuk menyisir Kecamatan Meraksa Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Propinsi Lampung. Kegiatan yang dilakukan pada 19 Agustus 2014 ini berhasil mendapatkan 31 sampel dari target 80 sampel. Sampel-sampel ini kemudian akan dilakukan pemeriksaan PCR.

Berdasarkan wawancara dengan peternak diketahui bahwa sistem pemeliharaan sapi secara tradisional, Sapi – sapi tersebut sebagian milik kelompok tani, sebagian milik perorangan. Sapi berasal dari belantik kecamatan setempat.

Dari Pengamatan Langsung di lapangan dijumpai hal-hal sebagai berikut :

  • Sanitasi dan lingkungan kandang cukup baik
  • Kualitas pakan kurang dan sapi di pelihara dengan system umbar dan di kandangkan secara tradisional.
  • Kondisi tubuh sapi mayoritas mempunyai BCS 2

74615Bali BtnPenyakit jembrana merupakan penyakit vital pada sapi, yang biasanya ditemukan pada sapi Bali. Penyakit ini ditandai dengan berbagai gejala  seperti depresi, anoreksia, demam, pendarahan ekstensif di bawah kulit, dan kebengkakan kelenjar limfa.

Penyakit jembrana disebabkan virus jembrana bersifat menular dari satu sapi ke sapi lainnya melalui gigitan lalat kandang. Untuk itu, para peternak harus mencegah perkembangbiakan lalat tersebut dengan menjaga kebersihan lingkungan disekitar kandang.Ternak yang terserang penyakit jembrana menunjukkan kenaikan suhu badan yang tinggi, berkisar antara 40-42 derajat Celcius, disertai dengan kelesuan dan kehilangan nafsu makan.

Tanda tersebut disusul dengan pengeluaran ingus yang berlebihan, lakrimasi dan hipersalivasi. Pada awalnya ingus bersifat encer dan bening, akan tetapi lambat laun ingus tersebut berubah menjadi kental seperti cairan mukosa. Gejala selanjutnya adalah pembengkakan dan pembesaran kelenjar limfe superfisial. Salah satu gejala yang mencolok pada hewan yang menderita penyakit ini adalah berkeringat darah. Keadaan ini biasanya terlihat sewaktu dan setelah demam, dan berlangsung 2-3 hari lamanya.

Berdasarkan hasil uji PCR di Laboratorium di laboratorium Bioteknologi Balai Veteriner Lampung, dari 31 sampel yang ada, diperoleh hasil sampel yang diperiksa negatif  untuk Jembrana. Pada pengambilan sampel, sampel yang diperoleh  kurang mencapai target dikarenakan daerah pengambilan sampel terlampau jauh dan pengambilan sampel door to door.

Laporan Ediwan

BERITA TERKINI