Instansi :BalaiVeteriner Lampung

Penyakit : HPAI (main hazard), ND dan Salmonella

Tujuan :

  1. daerah tertular;
  2. untuk menghitung prevalensi kasus meliputi penyakit HPAI (main hazard), ND dan Salmonella di pasar -pasar unggas hidup (virological surveillance)
  3. pengujian virologi antigen: HPAI, ND, Salmonella, E.Coli, parasit unggas.
  4. Serological :  HPAI, ND dan IB
  5. Fokus di Layer farm : IB, AI, ND, Salmonella, E. Coli;
  6. Fokus di Broiler farm: AI, ND, Salmonella, E. Coli, Gumboro, IBH
  7. Daerah bebas kasus ;
    1. Pembuktian bebas AI ( Kabupaten Belitung)
    1. Deteksi dini

Ketika merancang skema/disain surveilans, penting untuk mempertimbangkan biaya da mudah dilakukan. Sensitivitas sistem surveilans meningkat seiring bertambahnya jumlah sampel yang diambil, akan tetapi diperlukan biaya serta sumber daya manusia/logistic untuk pelaksanakannya. Sistem surveilans yang baik harus mempertimbangkan efektifitas biaya dan mudah dilakukan.

Penghitungan jumlah pasar yang akan di sampling menggunakan epitools:

kegiatan surveilans penyakit unggas dipasar -pasarunggas hidup Profiling Pasar Unggas dilakukan di 36 pasar unggas terpilih yang memiliki resiko tinggi terkontaminasi penyakit unggas.

Berdasarkan kajian di tahun 2018, surveilans di pasar-pasar unggas hidup dilakukan dengan metode terbaik yaitu menggunakan swab lingkungan. Untuk melakukan terlusur sumber unggas terkontaminasi dilakukan dengan swab karkas.

Sumber: http://clincalc.com/stats/convertor.aspx

Untuk menghitung jumlah pasar yang berisiko tinggi dan risiko rendah menggunakan perangkat epitools yang dapat diakses di http://epitools.ausvet.com.au dengan hasil sbb:

PerangkatEpitools

Dari analisa Single Simple Risk Based Surveillance diperoleh hasil sebagai berikut:

Keterangan:

Dari diagram diatas dapat dilihat sampling representative dibutuhkan 62 pasar sedangkan penggunaan surveilans berbasis resiko hanya membutuhkan 42 pasar (30 resiko tinggi, 12 resiko rendah) dan hal ini yang mendasari pertimbangan surveilans berbasis resiko.

  1. Ukuran sampel pada unggas hidup
  2. Unit epidemiologi

Unit epidemiologi yang digunakan adalah pasar unggas hidup dengan sub unit pedagang yang menjual unggas hidup di pasar.

Berdasarkan hasil kajian para ahli epidimiologi di beberapa wilayah Asia didapatkan bahwa untuk mendeteksi AI di unggas dan lingkungan dapat menggunakan perhitungan seperti di bawah ini. Perhitungan tersebut dengan sensitifitas kelompok untuk mendapatkan peluang mendapatkan setidaknya satu positif.

         Tabel 3. Sensitifitas kelompok berdasarkan prevalensi dan ukuran sampel

Test sensitivity: 98%, test specificity: 100%, pool size: 5, total population unknown (Epitools®).

Keterangan:

  1. Pemilihansampel
  2. Pasar unggas hidup : dengan melakukan swab lingkungan dan swab karkas
  3. Peternakan : swab orofaring ( AI dan ND), swab kloaka (salmonela dan E. Coli), organ (semua penyakit unggas), air (E.coli dan koliform), pakan (jamur), serum (serologis post vaksinasi penyakit unggas)
  4. Backyard (investigasi kasus)

Mekanisme Pengambilan Sampel

  1. Pengambilan sampel unggas hanya dilakukan pada pasar yang memiliki tempat pemotongan unggas dan atau berjualan unggas hidup, dengan criteria sebagai berikut:
  2. Unggas sakit, sekarat, mati (sampel individual). Spesimen yang diambil berupa bulu muda, swab orofaring, dan organ;
  3. Unggas sehat, sampel swab di kumpulkan jadis atu (pooled) di dalam 1 VTM berdasarkan jeniss pesies yang sama, sampel dari 5 ekor unggas di pooled dalam 1 VTM. Spesimen yang diambil berupa swab orofaring.
  4. Jenis-jenis unggas untuk pengambilan sampel antara lain ayam pedaging, ayam petelur, ayam kampung, itik, bebek, entog dan angsa:
  5. Swab lingkungan meliputi : meja penjualan (display), keranjang karkas unggas, tempat sampah, meja pemrosesan unggas (setelah cabut bulu), kain lap basah dan mesin pencabut bulu, serta sampel dari unggas hidup/mati di target lokasi.
  6. Target lokasi pasar unggas terbagi menjadi 2 lokasi target, yaitu lokasi berisiko tinggi (high risk) dan lokasi berisiko rendah (low risk).
  7. Selain surveilans aktif kita juga melakukan surveilans pasif berupa sampel kiriman dari stakeholder, data isiKHnas, informasi langsung dari masyarakat dan dilakukan tindak lanjut berupa investigasi kasus.

selanjutnya download di sini…