Trypanosomiasis

Trypanosomiasis merupakan penyakit akibat infeksi dari protozoa genus TrypanosomaTrypanosoma sp merupakan parasit obligat intercellular, yang berpredileksi pada plasma darah (Levine, 1994).

Trypanosoma evansi selain menyerang sapi juga menyerang beberapa mamalia lainnya (kerbau) Infeksi parasit ini disebut dengan penyakit surra. Trypanosoma evansi akan hidup dalam darah melalui vector seperti lalat penghisap darah golongan Tabanidae (sering disebut lalat pitak atau lalat kerbau) dengan cara mekanik murni dimana Trypanosoma tidak mengalami siklus hidup dalam vector (Levine, 1994).

Berdasarkan pemeriksaan fisik kerbau tidak menunjukkan gejala klinis yang khas, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium secara natif ditemukan trypanosoma pada plasma darah.  Trypanosomiasis pada kerbau umumnya memang bersifat kronis bahkan tanpa gejala klinis (asimtomatis).  Kerbau menunjukkan parasitemia lebih lama dan lebih tinggi daripada sapi, sehingga diduga sebagai sumber penularan (reservoir) yang potensial bagi ternak lainnya.

Kerugian utama akibat infeksi trypanosomiasis pada kerbau berupa: penurunan bobot badan, daya reproduksi rendah, keterlambatan pertumbuhan pada anak, penurunan daya kerja, kematian dan keadaan yang disebut imunosupresi (decreased immune responsiveness). Pengendalian Surra sepenuhnya masih tergantung pada pengobatan yang diberikan secara individual kepada hewan yang diduga terinfeksi dengan obat tripanocidal. Suramin merupakan obat tripanocidal yang efektif karena tidak ada resistensi sehingga dapat digunakan sebagai pencegahan dan pengendalian Surra, akan tetapi obat ini sulit diperoleh dan harganya mahal. Selayaknya pengobatan terhadap Tripanosomiasis (Surra) dilakukan secara strategis yaitu pada awal terjadi infeksi agar penyakit tidak menyebar dan perlu dicarikan obat alternatif yang murah, efektif, mudah aplikasinya serta mudah didapat.

BERITA TERKINI