Visi dan Misi

Visi Balai Veteriner Lampung adalah terwujudnya status kesehatan hewan dan pelayanan veteriner yang prima melalui pengamatan dan pengidentifikasian serta sistem informasi penyakit hewan yang maju, efektif dan efisien

Misi Balai Veteriner Lampung

  • Meningkatkan kepercayaan konsumen melalui pelayanan laboratorium yang terakreditasi
  • Mengatasi kemungkinan terjadinya wabah Penyakit Hewan Menular Strategis Zoonosis melalui pendayagunaan sarana dan prasarana yang tersedia
  • Mengoptimalkan jumlah SDM yang tersedia melalui pembinaan manajemen dan bimbingan teknis
  • Mengoptimalkan kegiatan pengamatan dan pengidentifikasian penyakit hewan melalui kegiatan melindungi hewan dan masyarakat dari risiko penyakit yang berkaitan dengan hewan dan produknya

Untuk menjabarkan Misi Balai Veteriner Lampung sebagaimana yang telah ditetapkan di atas, maka merujuk kepada Rencana Strategis dan Program Kerja Pembangunan Produksi Peternakan Tahun 2010 – 2014, Rencana Strategis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kebijakan Teknis Kesehatan Hewan Nasional, dan Kebijakan Teknis Masyarakat Veteriner, maka Tujuan dan Sasaran dengan keterkaitan dengan Misi Balai Veteriner Lampung adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kepercayaan konsumen melalui pelayanan laboratorium yang terakreditasi. Sebagian besar pengujian pada Balai Veteriner Lampung telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) terhadap SNI ISO/IEC 17025 : 2008. Pengujian yang telah terakreditasi antara lain Bedah bangkai (Nekropsi), HA/HI terhadap AI dan ND, Uji Seller’s dan FAT terhadap Rabies, Uji RBT dan CFT terhadap Brucella, Uji Mc Master untuk menguji telur cacing pada tinja/feses, Uji Cemaran Mikroba dan Residu Antibiotika pada Pangan asal hewan.. Balai Veteriner Lampung tahun ini juga telah memiliki sertifikat ISO 9001:2008 dari Mutu Certificated International.
  2. Mengatasi kemungkinan terjadinya wabah Penyakit Hewan Menular Strategis Zoonosis melalui pendayagunaan sarana dan prasarana yang tersedia. Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan pangan melalui terkendalinya PHMS dengan sasarannya antara lain:
  • Terwujudnya pengendalian dan penanggulangan PHMS
  • Terwujudnya rekomendasi strategis untuk stakeholders
  • Terwujudnya pembebasan wilayah terhadap PHMS

Hampir semua realisasi pengujian sampel dapat melebihi angka yang ditargetkan. Hanya beberapa penyakit saja yang kurang dari target. Hal ini disebabkan karena pengaturan jadwal surveilans tidak mempertimbangkan jumlah sampel yang ditargetkan.

  1. Mengoptimalkan jumlah SDM yang tersedia melalui pembinaan manajemen dan bimbingan teknis. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan, apresiasi dan harmonisasi. Sasaran :
  • Terwujudnya optimalisasi SDM yang tersedia
  • Terwujudnya SDM yang professional
  • Terwujudnya kinerja SDM yang optimal

Pada tahun 2020 Balai Veteriner Lampung telah melakukan kegiatan peningkatan SDM sebanyak empat kegiatan berupa Pembinaan Jabatan Fungsional, In House Training, Pengiriman delegasi SDM ke beberapa pertemuan yang berhubungan secara teknis dan umum serta kegiatan peningkatan character building.

  1. Mengoptimalkan kegiatan pengamatan dan pengidentifikasian penyakit hewan melalui kegiatan melindungi hewan dan masyarakat dari risiko penyakit yang berkaitan dengan hewan dan produknya. Tujuannya adalah menurunkan resiko terjadinya wabah PHMS. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai antara lain:
  • Terhindarnya kemungkinan kejadian wabah PHMS
  • Terwujudnya keamanan pangan melalui produk asal hewan yang ASUH
  • Terhindarnya masyarakat dari resiko penyakit yang berkaitan dengan hewan dan produknya.

Tinggalkan Balasan