Lampung — Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Provinsi Lampung bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung melaksanakan koordinasi teknis melalui kunjungan ke Balai Veteriner Lampung pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergi antarunit dalam mendukung pemenuhan dan keberlanjutan standar mutu sapi bibit di BIBD Lampung.
Dalam kunjungan tersebut, BIBD Daerah Lampung diwakili oleh drh. Yudistira selaku Medik Veteriner Madya BIBD. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, beserta jajaran Medik Veteriner Balai Veteriner Lampung.
Diskusi yang berkembang dalam pertemuan ini difokuskan pada upaya BIBD Lampung dalam mempertahankan status Standar Nasional Indonesia (SNI) pada sapi bibit yang digunakan untuk produksi semen beku. Saat ini, dari total 22 ekor sapi yang dimiliki BIBD Lampung, sebanyak 16 ekor telah memenuhi standar SNI. Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, diperlukan pemenuhan persyaratan teknis berupa pengujian terhadap 12 jenis penyakit bibit yang wajib dipastikan status kesehatannya.
Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, menyampaikan bahwa Balai Veteriner Lampung siap mendukung pemenuhan persyaratan tersebut melalui pengujian dan pemantauan kesehatan hewan secara terencana.
“Pemantauan kesehatan ternak di UPT Perbibitan merupakan bagian dari tugas Balai Veteriner Lampung dalam menjamin status kesehatan hewan dan mutu bibit. Upaya BIBD Lampung dalam mempertahankan SNI ini sejalan dengan program pemantauan yang telah kami rencanakan,” ujar Suryantana.
Ia menambahkan bahwa pemastian status kesehatan sapi bibit tidak hanya penting untuk memenuhi standar, tetapi juga untuk menjamin keamanan dan kualitas semen beku yang dihasilkan.
Sementara itu, Yudistira selaku perwakilan BIBD Lampung menyampaikan bahwa koordinasi ini sangat penting sebagai langkah strategis dalam menjaga konsistensi mutu bibit.
“BIBD Lampung berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan jumlah sapi yang berstatus SNI. Dukungan Balai Veteriner Lampung sangat kami perlukan, khususnya dalam pengujian 12 penyakit bibit sebagai persyaratan utama,” ungkapnya.
Menurutnya, hasil koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi teknis antara BIBD Lampung dan Balai Veteriner Lampung dalam mendukung produksi semen beku yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Melalui koordinasi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin kuat antara BIBD Daerah Lampung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, serta Balai Veteriner Lampung dalam mendukung program perbibitan nasional dan peningkatan kualitas sumber daya genetik ternak di Provinsi Lampung.