Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI

Ogan Ilir Bahas Eliminasi Rabies dan Pengembangan Plasma Nutfah

  • 02/10/2025 13:43:00
  • By : Adminbvl
  • 172
Ogan Ilir Bahas Eliminasi Rabies dan Pengembangan Plasma Nutfah

Indralaya, 1 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) menggelar audiensi lintas sektor untuk membahas strategi pengendalian rabies dan pengembangan potensi peternakan lokal, Selasa, 30 September. Pertemuan ini dipimpin Asisten II Setda OI M Thahir yang menekankan pentingnya langkah terukur dalam pencegahan rabies sekaligus menjaga keberlanjutan plasma nutfah daerah.

 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet DKPP Sumsel ibu Yusi menegaskan bahwa rabies masih menjadi isu strategis yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan keamanan pangan. Ogan Ilir juga memiliki kekayaan plasma nutfah seperti itik pegagan dan kerbau rawa yang perlu dilestarikan. POV Sumatera Selatan Jafrizal  menambahkan, meski OI sudah sembilan tahun bebas kasus rabies pada manusia, wilayah ini harus menetapkan target resmi bebas rabies dan memperkuat vaksinasi hewan penular rabies (HPR).

 

Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, menyampaikan bahwa posisi Ogan Ilir sebagai wilayah buffer menuju Palembang bebas rabies sangat strategis. “Meski tidak ada kasus rabies pada manusia selama sembilan tahun terakhir, kita perlu Bemastikan kekebalan populasi HPR tetap terjaga melalui vaksinasi. Pencegahan lewat vaksinasi adalah langkah paling efektif dan murah. Untuk itu, dukungan anggaran yang berkelanjutan menjadi kunci agar OI benar-benar bisa mencapai target bebas rabies,” tegasnya.

 

Dinas Kesehatan Sumsel melalui pak Hotmar melaporkan gigitan HPR di provinsi Sumsel mencapai sekitar 5.000 kasus dengan empat kematian manusia. OI sendiri telah memiliki delapan Rabies Center yang aktif menangani laporan kasus. Namun, pembentukan Tim Trikorda sebagai wadah koordinasi lintas sektor dianggap mendesak untuk memperkuat penanggulangan zoonosis.

 

Keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi sorotan. OI saat ini hanya memiliki tiga dokter hewan, jauh dari kebutuhan ideal minimal satu dokter per kecamatan. Ketua PDHI Sumsel menyatakan kesiapannya mendukung mobilisasi dokter hewan untuk vaksinasi maupun edukasi.

 

Asisten II menyimpulkan, beberapa rekomendasi penting dari audiensi antara lain penetapan target bebas rabies, penambahan dokter hewan, penganggaran berkelanjutan vaksinasi rabies dan penyakit ternak lain, serta pengembangan plasma nutfah berbasis riset. Revitalisasi pasar hewan dan penguatan kader desa juga diharapkan mampu memperkuat pengawasan penyakit hewan.

 

Dengan sinergi lintas sektor, Kabupaten Ogan Ilir diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang bebas rabies sekaligus berhasil mengembangkan potensi peternakan berkelanjutan.

KATEGORI


WA Call Center