Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI

Kesiapan Laboratorium Balai Veteriner Lampung untuk Pengujian Circo Virus pada Babi dengan Metode PCR

  • 26/02/2026 10:46:00
  • By : Adminbvl
  • 9
Kesiapan Laboratorium Balai Veteriner Lampung untuk Pengujian Circo Virus pada Babi dengan Metode PCR

Bandar Lampung – Balai Veteriner Lampung menyatakan kesiapan laboratoriumnya dalam melaksanakan pengujian Circo Virus pada babi menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat internal yang dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di ruang rapat Balai Veteriner Lampung dan dihadiri oleh para medik serta paramedik veteriner.

 

Rapat ini bertujuan untuk memastikan seluruh aspek teknis dan manajerial pengujian berjalan optimal, mulai dari ketersediaan reagen, standar operasional prosedur (SOP), kesiapan peralatan PCR, hingga kompetensi sumber daya manusia. Pengujian Circo Virus, khususnya Porcine Circovirus (PCV), menjadi langkah penting dalam mendukung deteksi dini dan pengendalian penyakit pada ternak babi di wilayah kerja.

 

Dalam forum tersebut, tim laboratorium memaparkan alur pengujian PCR, mulai dari proses penerimaan sampel, ekstraksi materi genetik, amplifikasi DNA, hingga interpretasi hasil uji. Selain itu, dibahas pula penguatan jaminan mutu laboratorium, termasuk penerapan kontrol positif dan negatif untuk memastikan validitas dan akurasi hasil pengujian.



Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, dalam arahannya menegaskan bahwa kesiapan laboratorium bukan hanya soal kelengkapan alat, tetapi juga komitmen terhadap kecepatan, ketepatan, dan akuntabilitas hasil uji. “Pengujian PCR untuk Circo Virus ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan diagnostik yang responsif dan berbasis risiko. Kita harus memastikan setiap hasil yang dikeluarkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat di lapangan,” ujarnya.



Suryantana juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas diagnostik ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi dinamika penyakit hewan yang terus berkembang. “Balai Veteriner Lampung harus menjadi laboratorium rujukan yang andal, tidak hanya dalam ketepatan hasil, tetapi juga dalam kecepatan pelayanan. Deteksi dini melalui metode PCR menjadi kunci dalam mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar pada sektor peternakan babi,” tegasnya.


Dengan kesiapan ini, Balai Veteriner Lampung diharapkan mampu memperkuat sistem surveilans penyakit babi serta memberikan dukungan teknis kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha peternakan dalam rangka menjaga kesehatan ternak dan stabilitas produksi

KATEGORI


WA Call Center